Connect with us

Properti

Inilah Standar Rumah Sehat Sesuai SNI

Published

on

Rumah Sehat

Pandemi Covid-19 yang kita jalani sejak awal tahun 2020 telah mengubah lifestyle hingga konsep rumah. Penerapan rumah yang sehat mutlak dilakukan dan untuk itu pemerintah mengeluarkan aturan teknis melalui PP hingga SNI untuk penerapannya.

Direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong pembangunan rumah sehat pasca pandemi Covid-19 dengan penerapan banyak new normal. Rumah sehat diharapkan bisa melindungi seluruh penghuni dari paparan virus maupun gangguan kesehatan lainnya.

Menurut Dirjen Perumahan Iwan Suprijanto, pembangunan rumah sehat pada situasi pandemi sangat dibutuhkan dan harus menjadi perhatian seluruh masyarakat. Terlebih sejak adanya pandemi awal tahun 2020 lalu hampir seluruh kegiatan masyarakat dikerjakan dari rumah.

Baca Juga:

  1. Diperiksa Kasus ‘Stupa Jokowi’, Roy Suryo Penuhi Panggilan Polda Metro
  2. Ibu Iriana, Ibu Negara Pertama yang Kunjungi Ukraina
  3. Pesan Menyentuh Sri Mulyani Kepada PNS yang Dapat Gaji ke-13 1 Juni 2022

Pandemi juga harus bisa mengubah paradigma masyarakat terkait hunian yang sehat maupun keseluruhan perilaku sehari-hari. Ada banyak tatanan maupun penerapan kewajaran baru yang menyentuh lifestyle kita sehari-hari hingga pola penerapan hunian yang harus terjamin kesehatan maupun higienitasnya.

“Rumah yang sehat harus bisa memenuhi ketetapan dan ketentuan teknis kesehatan yang saat ini wajib dipenuhi untuk melindungi seluruh penghuni dari bahaya maupun gangguan kesehatan. Rumah harus dioptimalkan bisa memberikan derajat kesehatan yang optimal bagi seluruh penghuni,” imbuhnya.

Iwan juga merinci terkait panduan maupun aturan teknis untuk menghadirkan rumah sehat. Aturannya tertera dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 16 Tahun 2021 yang menyebutkan empat prinsip keandalan bangunan gedung khususnya faktor keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan.

Kriteria rumah sehat juga tercantum dalam SNI 03-65722001 yang salah satunya menyediakan bukaan jendela dan pintu minimal 5 persen dari luas lantai rumah. Panduan lainnya yaitu kualitas udara yang masuk tidak berasal dari uap dapur maupun kamar mandi. Harus dipastikan juga udara yang keluar dari dapur dan kamar mandi menggunakan filter udara untuk mengurangi paparan virus.

Untuk kenyamanan thermal suhu ruangan harus dijaga dengan range 23 hingga 26 derajat celcius. Volume penghawaan juga harus seimbang dengan udara yang masuk dan keluar. Dari segi kelembaban, untuk mengurangi pertumbuhan lumut dan jamur akibat ruangan yang lembab dan aliran udara tidak baik, harus ada cukup pencahayaan dan menghindari peraboan yang menutupi sebagian luas lantai ruangan.

Seluruh perabotan maupun bagian-bagian di dalam rumah tidak boleh ada debu yang menumpuk untuk menghindari alergi dan masalah kesehatan lainnya. Menjaga kebersihan rumah secara rutin harus dilakukan dengan menyapu dan mengepel, mengelap perabotan, dan menyedot debu.

Hal penting lainnya menjaga kualitas air dengan harus tersedia sumber air bersih yang menjadi sumber air minum bagi penghuni juga memerhatikan saluran air buangan jangan sampai tersumbat. Pastikan air harus mengalir lancar ke saluran dan air hujan lingkungan juga harus mengalir untuk itu dibuat dengan kemiringan minimal dua persen.

Kriteria lainnya adalah mereduksi Kebisingan dengan tata lansekap yang juga memiliki efek terhadap pergerakan udara sebagai penghantar suara juga diperlukan. Penggunaan bahan bangunan yang tidak berbahaya dan beracun, menghindari penggunaan plafon dengan bahan asbes, dan bahan cat yang mengandung karsinogenik yang berbahaya bagi tubuh manusia.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Properti

Jadi Buruan Masyarakat Indonesia Selama Pandemi Covid-19, Ini Pengertian Hunian Private Cluster

Published

on

Hunian Private Cluster

Berbagai konsep hunian terus dihadirkan khususnya untuk mengantisipasi situasi pandemi. Perumahan mini real estat dengan jumlah unit terbatas lebih mudah untuk menerapkan berbagai konsep untuk menghadirkan hunian post pandemic yang semakin dicari konsumen.

Pandemi Covid-19 yang kita alami sejak awal tahun 2020 telah memunculkan banyak kenormalan baru mulai dari lifestyle sehari-hari hingga konsep hunian. Pandemi Covid-19 yang mudah menular antar manusia, membuat desain rumah dikonsep dan dirancang lebih seksama untuk tidak menjadi bagian dari penularan itu.

Karena itu banyak rumah-rumah yang ditawarkan dengan konsep maupun fitur-fitur untuk memastikan tidak menjadi spot penularan virus dan membuat seluruh penghuni tetap sehat. Konsep rumah post pandemic ini juga diintegrasikan dengan pengembangan kawasannya yang juga menyediakan berbagai sarana maupun fasilitas untuk menjadi kawasan yang sehat.

Baca Juga:

  1. Diperiksa Kasus ‘Stupa Jokowi’, Roy Suryo Penuhi Panggilan Polda Metro
  2. Ibu Iriana, Ibu Negara Pertama yang Kunjungi Ukraina
  3. Pesan Menyentuh Sri Mulyani Kepada PNS yang Dapat Gaji ke-13 1 Juni 2022

Konsep maupun fitur-fitur hunian seperti ini menjadi lebih mudah ditawarkan dalam pengembangan mini real estate, townhouse maupun konsep hunian private cluster yang jumlah unitnya terbatas. Pengembang bisa mengoptimalkan desain maupun konsep pengembangan untuk menghadirkan hunian yang menerapkan banyak aplikasi new normal.

Dengan hunian yang telah menerapkan berbagai new normal baik dari sisi desain maupun fasilitasnya, penghuni bisa merasa lebih nyaman dan terlindungi. Dengan penerapan fitur-fitur khusus itu setidaknya meniadakan kemungkinan penyebaran virus dari rumah maupun kawasan hunian.

Hal itu yang kemudian diterapkan di perumahan mini real estat Mazenta Residence Jalan Bakti Karya Raya, Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Perumahan mini real estat hasil pengembangan PT Serpong Bangun Cipta (Cipta Harmoni Lestari), anak perusahaan Harita Group, mengonsep kawasannya dengan hunian ala Jepang yang menerapkan banyak fitur untuk mengusung kesehatan kawasan.

“Salah satu fitur penting yang dihadirkan untuk mengusung konsep post pandemic house yaitu genkan, sebuah ruang transisi di bagian teras untuk membersihkan diri sebelum masuk ke rumah. Konsep ini membuat siapapun yang masuk ke dalam rumah sudah lebih bersih sehingga aman bagi seluruh penghuni,” ujar Setia Iskandar Rusli, Project Director & Chief Marketing Officer Mazenta Residence.

Mazenta Residence dikembangkan di atas lahan seluas 1,7 hektar yang mencakup 91 unit rumah dua lantai. Konsep hunian dan kawasan yang sehat dihadirkan secara menyeluruh untuk selaras dengan keseimbangan alam yang menerapkan eco-friendly housing and environment. Seluruh unit rumahnya dibuat dengan ceiling yang tinggi dengan banyak bukaan untuk mengoptimalkan cross ventilation.

Fitur unik lainnya yaitu bagian atap yang dibuat warna putih sehingga bisa mereduksi pancaran panas matahari ke dalam rumah hingga 50 persen. Layout ruang dirancang spacious dengan cahaya dan udara bergerak lancar untuk membuat interior tidak lembab dan mudah mematikan berbagai virus maupun bakteri.

Konsep post pandemic house ini juga dioptimalkan dengan penyediaan fasilitas untuk mengoptimalkan konsep sehat kawasannya termasuk berbagai aktivitas penghuni yang sesuai. Beberapa fasilitas yang dihadirkan antara lain yoga park, pet park, wet park, children playground, Tabebuya Walk, looping jogging track, outdoor gym, clubhouse, dan sebagainya.

Konsep-konsep yang dihadirkan ini akhirnya menarik minat konsumen dan itu terbukti pada penjualan yang sudah mencapai 70 persen sejak dipasarkan bulan April lalu. Setya juga menyebut, respon yang baik ini membuat proses pengembangan mulai groundbreaking hingga serah terima yang dipercepat menjadi semester pertama 2023.

“Selain lokasi, konsep menjadi penting dan itu ditunjang dengan segmen harga yang bisa melebihi dari value produk yang kami tawarkan. Hunian private cluster dengan konsep kuat seperti yang kami tawarkan memiliki pasarnya sendiri dan kebutuhan itu yang kami penuhi khususnya saat situasi pandemi,” bebernya.

Continue Reading

Properti

Tahun 2022 Jadi Momentum Kebangkitan Sektor Properti

Published

on

Ilustrasi properti

Perusahaan riset, konsultasi, dan manajemen properti Knight Frank Indonesia menyebut tahun 2022 ini sebagai tahun kebangkitan sektor properti. Berbagai kendala yang ada tidak membuat sektor properti kehilangan pamor terlebih subsektor residensial dan pariwisata yang akan terus meningkat.

Opimisme untuk sektor properti terus ditunjukan oleh berbagai kalangan. Sebagai sektor riil, bisnis properti di Indonesia memiliki jaminan pasar yang besar dan terbukti dengan beberapa kali krisis ditambah dengan pandemi Covid-19 awal tahun 2020 lalu, sektor properti di Indonesia masih tetap mencatatkan tren pertumbuhan.

Berdasarkan riset yang dilakukan Knight Frank Indonesia, sebanyak 90 persen pelaku industri properti optimistis sektor properti tanah air akan pulih pada tahun 2022 ini. sementara itu 57 persen lainnya menyatakan kalau sektor properti di Indonesia akan sepenuhnya bangkit pada kuartal keempat tahun ini.

Baca Juga:

  1. Kopi Pakesang Khas Ternate Terpilih Jadi Kopi Rempah Terbaik se-Nusantara
  2. Kopi Takar Mandailing, Cangkirnya dari Batok Kelapa & Sedotannya dari Kayu Manis
  3. Kopi Jahe, Perekat Kehangatan Persaudaraan Masyarakat Betawi

“Sebagian besar responden yang kami survei menyebut beberapa faktor yang membuat tahun ini menjadi era kebangkitan sektor properti. Diantaranya insentif pajak pertambahan nilai yang diitanggung pemerintah (PPN DTP) maupun dukungan regulasi untuk terus menggenjot sektor properti yang merupakan lokomotif perekonomian,” ujar Syarifah Syaukat, Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia.

Namun begitu, potensi yang besar untuk sektor properti tanah air juga dibayangi dengan berbagai kendala maupun potensi risiko yang tidak kecil. Beberapa tantangan dan risiko yang bisa terjadi antara lain naiknya gelombang inflasi di ranah global akan sangat berpengaruh pada pemulihan sektor properti di tanah air.

Selain itu ada 61 persen responden yang berpendapat, pemberlakukan kenaikan PPN dari 10 menjadi 11 persen akan memberikan dampak negatif terhadap pemulihan sektor properti yang akan terjadi. Selain itu 59 persen responden juga menyebut krisis global akibat perang Rusia-Ukrainan menjadi faktor buruk untuk kebangkitan sektor properti.

Knight Frank Indonesia juga mencatat, subsektor residensial masih mendominasi dengan porsi 60 persen sebagai sektor properti yang paling mampu dan memiliki performa positif di tengah berbagai kendala dan tantangan. Akhirnya, dengan berbagai potensi kendala dan tanganan tadi, sektor properti disebut maih akan bisa menggenjot performanya khususnya dari subsektor residensial.

Kemudian untuk wilayah Jabodetabek yang dijadikan tolak ukur sektor properti nasional masih menjadi wilayah yang menawarkan potensi pengembangan proyek properti yang baik. Disusul dengan subsektor pariwisata khususnya di wilayah pariwisata utama seperti Bali, Lombok, hingga Labuan Bajo yang juga masih sangat menarik.

Country Head Knight Frank Indonesia Wilson Kalip menambahkan, kawasan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, sebagai calon ibukota negara (IKN) Nusantara bisa menjadi kota yang potensial untuk pengembangan investasi properti dengan tetap wilayah Jabodetabek tidak kehilangan pamornya.

“Keberadaan IKN akan menghadirkan perspektif baru yang terbentuk di mana potensi investasi properti akan melebar dari kawasan bisnis strategis konvensional dan ternyata bisa juga bergerak ke ekonomi pariwisata seperti Bali, Lombok, dan Labuan Bajo. Begitu juga nanti potensi IKN Nusantara yang masih akan terus berkembang hingga tahun-tahun mendatang,” jelasnya.

Continue Reading

Properti

Begini Tren WFH Pengaruhi Sektor Properti

Published

on

Properti milenial

CEO-Founder Pinhome Dayu Dara Permata menjadi salah satu pembicara dalam acara Jakarta Marketing Week. Dalam kesempatan tersebut, Dara membawakan sesi mengenai tren Work From Home (WFH) dan Hybrid Work bagi milenials dan bagaimana tren tersebut mempengaruhi sektor properti.

“Saya mau bicara tentang topik yang sangat relevan dengan kita semua yaitu WFH atau hybrid work ya. Nah, ada beberapa statistik di sini yang ingin saya bagikan. Pertama adalah bahwa 82 persen milenials ingin WFH paling tidak satu kali seminggu. Jadi milenials ini ingin punya opsi bahwa dia bisa kerja dari rumah karena sama produktifnya atau bahkan lebih produktif,” terang Dara.

Kedua, 86 persen milenials percaya bahwa WFH meningkatkan produktivitas. Jadi justru tidak berlawanan dengan produktivitas, malah membuat mereka semakin produktif. Alasannya bermacam-macam, seperti karena tidak ada waktu untuk commute sehingga bisa lebih fokus dan tidak memerlukan banyak mobilitas.

Baca Juga:

  1. Nasi Kentut, Kuliner Super Nikmat Asal Medan yang Punya Segudang Khasiat
  2. Tempeh Grenada, Tempe Warna-warni dari Kepulauan Karibia
  3. Dijuluki Sebagai Planet Lain, Ini Rekomendasi Kuliner di Bekasi

“Nah sementara kalau di rumah, meeting-nya (bisa) virtual sehingga bisa sangat on-time. Lalu kemudian 46 persen perusahaan merencanakan WFH entah itu sepenuhnya atau hybrid work,” lanjut Dara.

Lalu poin terakhir, 35 persen di antaranya masih bekerja WFH atau hybrid hingga saat ini meskipun saat ini PPKM sudah dilonggarkan.

Selain memaparkan perihal tren WFH, lebih lanjut, Dara juga menjelaskan bagaimana statistik-statistik tersebut berdampak pada dunia properti. Menurut Dara, ada lima tren yang mempengaruhi hal tersebut.

“Yang pertama adalah rumah tapak dari developer atau rumah tapak baru merupakan tipe rumah yang paling sering dicari dengan akses transportasi yang mudah. Kalau dari sisi harga, harganya di bawah 1,5 miliar. Sekitar 68 persen milenials mencari rumah di bawah 1,5 miliar. Lebih detail lagi, sebanyak 80 persen mencari rumah di bawah 700 juta,” ujar Dara.

“Yang kedua, milenials tidak keberatan tinggal agak jauh dari pusat kota. Kalau misalkan di Jakarta, (mereka) nggak keberatan tinggal di BODETABEK. Asalkan fasilitas jalannya memadai, baik akses menuju perumahan dan dekat dengan akses transportasi entah itu jalan tol atau busway, MRT, dan KRL,” tuturnya.

Ketiga, Dara menuturkan milenials cenderung mengutamakan rumah yang menunjang WFH yang berkelanjutan sehingga kegiatan WFH menjadi lebih nyaman dan tidak membuat bosa.

“Milenial mengutamakan rumah yang menunjang sustainable WFH. Jadi WFH yang nyaman, WFH yang berkelanjutan, WFH yang nggak bikin lelah, nggak bikin bosen di rumah,” tambahnya.

Merujuk pada tren ketiga, menurut Dara, ada tiga poin penting yang menjadi prioritas milenials ketika melihat spesifikasi rumah.

“Yang pertama layout yang multi-purpose. Milenial suka salah satu kamar atau area di rumah harus bisa difungsikan sebagai ruang kerja. Jadi tidak perlu kamarnya terpisah, cukup disekat aja, yang penting ada area multi-purpose yang bisa diubah jadi ruang kerja atau area produktif,” kata Dara.

“Yang kedua pencahayaan dan bukaan yang baik. Nah, milenials ketika melakukan viewing ke rumah-rumah, mereka pasti mengecek udaranya, tidak panas, tidak pengap, lalu ada cahaya matahari masuk yang berarti tidak panas sekali atau (mereka) suka kalau dapat cahaya matahari pagi,” jelasnya.

“Lalu yang terakhir adalah internet dan mobile connection. Nah pas datang viewing, pasti mereka nanya ‘Internet provider yang tersedia di sini apa ya? Reliable atau tidak? Kemudian mereka akan coba lihat HP-nya, terus jaringannya bagus atau tidak di sini?’ Karena mereka ingin punya kedua infrastruktur penting itu, yaitu internet harus kuat dan bisa terima telepon masuk dan WhatsApp-an supaya nggak bikin bete karena bisa nyambung terus,” papar Dara.

Kemudian, milenials juga mengandalkan jasa rumah tangga panggilan. Dara mengatakan, para milenials menyukai jasa semacam ini karena mereka sadar bahwa mereka mungkin belum bisa memiliki asisten rumah tangga, baik dari sisi budget maupun ruangan untuk ditempati si ART. Sehingga, mereka membutuhkan infrastruktur ini untuk bisa memanggil jasa rumah tangga panggilan yang selalu ada kapan pun.

Kemudian poin terakhir yakni interior dan dekor, di mana milenials mulai mengalokasikan budget untuk membeli furnishing namun tetap dengan harga yang terjangkau atau affordable.

“Karena milenials pada saat WFH atau hybrid work ini sering banget di rumah, maka mereka sekarang tidak pelit nih untuk mengalokasikan budget beli furnishing, tapi mereka tetap ingin membeli dengan harga yang terjangkau. Tiga sampai empat hal yang menjadi prioritas utama ketika membeli interior (bagi milenials) yaitu yang pertama harus terjangkau, kedua harus fungsional tapi estetis, dan yang ketiga harus bisa awet,” tegas dia.

Continue Reading

Latest News

CityView4 bulan ago

Demi Bangun IKN Nusantara, Kementerian PUPR Kirim 25 Orang ke Korsel Belajar Smart City

Kementerian PUPR mengirim 25 orang untuk belajar smart city concept untuk diterapkan di IKN Nusantara ke Korea Selatan. Negara ini...

Kesehatan-Kecantikan5 bulan ago

Asam Jawa, Tanaman Pengundang Makhluk Halus yang Jadi Obat Tradisional Indonesia

Meskipun disebut dengan nama asam Jawa, pohon asam Jawa (Tamarindus indica) aslinya berasal dari benua Afrika. Orang-orang India mengembangkannya karena...

Hangout5 bulan ago

Sudah Ada Sejak Puluhan Tahun, Inilah 6 Tempat Makan Legendaris di Cikini

Cikini terletak di pusat kota Jakarta. Selain menjadi wilayah yang memiliki banyak sejarah, Cikini juga memiliki banyak tempat kuliner. Bahkan...

Properti5 bulan ago

Jadi Buruan Masyarakat Indonesia Selama Pandemi Covid-19, Ini Pengertian Hunian Private Cluster

Berbagai konsep hunian terus dihadirkan khususnya untuk mengantisipasi situasi pandemi. Perumahan mini real estat dengan jumlah unit terbatas lebih mudah...

Traveling5 bulan ago

Ramah untuk Wisatawan Muslim, Ini 4 Alasan Orang Indonesia Wajib Liburan ke Turki

Tempat wisata ramah muslim memiliki peluang menggiurkan saat ini. Sebab itulah beberapa negara sangat gencar menawarkan wisata jenis ini. Turki...

Pojok5 bulan ago

Tradisi Aji Ugi, Pergumulan Islam & Budaya yang Jadi Kebanggan Orang Bugis

Haji adalah salah satu rukun Islam yang kelima. Umat Islam juga meyakini bahwa haji adalah ibadah yang pahalanya berlipat ganda....

Infrastruktur5 bulan ago

Begini Rumitnya Konstruksi Tol Semarang-Demak, yang Sekaligus Tanggul Laut

Jalan tol Semarang-Demak dibangun dengan konstruksi khusus beberapa lapis di atas laut untuk juga menjadi tanggul laut sebagai antisipasi banjir...

Histori5 bulan ago

Asal-muasal Nama Depok, Tempat Pertapaan Prabu Siliwangi yang Kini Jadi Penyangga Ibu Kota

Selain merupakan Pusat Pemerintahan yang berbatasan langsung dengan Wilayah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Kota Depok juga merupakan wilayah penyangga...

Traveling5 bulan ago

Pulau Asu, The Paradise on Earth Asli Indonesia

Pulau Asu adalah pulau terpencil dalam Kepulauan Hinako dan merupakan salah satu pulau terluar Indonesia. Pulau Asu berada di wilayah...

Internasional5 bulan ago

Rusia Dinilai Sudah Menang Lawan Ukraina, Ini Buktinya

Pengamat militer dari lembaga think tank RUSI (Royal United Services Institute) di London, Inggris, Neil Melvin, menilai bahwa Rusia sudah...

Internasional5 bulan ago

Pemerintah Rusia Konfirmasi Zelensky Titip Pesan Khusus ke Putin Lewat Jokowi

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ternyata menitipkan pesan khusus kepada Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), untuk disampaikan ke Presiden...

Properti5 bulan ago

Inilah Standar Rumah Sehat Sesuai SNI

Pandemi Covid-19 yang kita jalani sejak awal tahun 2020 telah mengubah lifestyle hingga konsep rumah. Penerapan rumah yang sehat mutlak...

Nasional5 bulan ago

Beli Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi PeduliLindungi Diperpanjang Hingga 3 Bulan

Pemerintah berupaya untuk menemukan keseimbangan terkait pengendalian minyak goreng dari sisi hulu hingga hilir. Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang...

COVID-19Update5 bulan ago

Korea Utara Sebut Benda Alien di Perbatasan Korsel Sebagai Penyebab Pandemi Covid-19

Korea Utara mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait pandemi Covid-19. Mereka menyatakan wabah Covid-19 di negara mereka dimulai dari pasien yang menyentuh...

Internasional5 bulan ago

Serangan Dilakukan Acak, Wanita di AS Ditembak di Kepala saat Dorong Bayi

Sampai kini masih terus terjadi kasus penembakan maut di Amerika Serikat (AS). Bahkan, baru-baru ini kasus tersebut kembali terjadi hingga...

Nasional5 bulan ago

Ibu Iriana, Ibu Negara Pertama yang Kunjungi Ukraina

Untuk melihat situasi dan memberi dukuan terhadap Ukraina atas perang yang terjadi, beberapa pemimpin negera pun mengunjungi Kyiv. Bahkan, terbaru...

Lifestyle5 bulan ago

Anak Kecanduan Gadget? Simak 6 Tips Menghentikannya

Saat ini, anak-anak sudah menjadi lebih terbiasa bermain dengan gadget daripada bermain di luar. Mereka kecanduan game mobile, televisi, dan...

CityView5 bulan ago

Perkenalkan Bubakan, Kampung Elite Para Tukang Bakso di Wonogiri

Diketahui, karena pidato dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Rapat Kerja Nasional PDIP Perjuangan pada Selasa (21/6/2022) menyebut kata...

Hangout5 bulan ago

Museum PETA, Simbol Penghargaan untuk Pejuang Tanah Air

Museum PETA yang berada di Bogor merupakan destinasi wisata sejarah yang dapat kalian kunjungi untuk mengenang jasa para pahlawan Indonesia....

Bisnis5 bulan ago

Mantan Bos Bukalapak Ungkap Penyebab Ramai Perusahaan StartUp Tumbang

Perusahaan startup secara bersamaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya beberapa waktu lalu. Hal itu disebabkan kondisi ekonomi yang...

Teknologi5 bulan ago

Mulai 1 Juli 2022, Beli Pertalite Wajib Daftar di Aplikasi Pertamina

Mulai 1 Juli 2022, aplikasi My Pertamina bakal menjadi syarat bagi pembeli untuk mereka dapat membeli bahan bakar minyak (BBM)...

Sosial-Budaya5 bulan ago

Melacak Jejak Sirih dan Pinang, Budaya Nginang Masyarakat Indonesia

Tradisi nyirih kini hanya tersisa dalam sebuah masyarakat tradisional, yang notabene sedikit terpapar oleh proyek modernitas atau proses pembaratan secara...

CityView5 bulan ago

Fenomena Klitih dan Munculnya Maskulinitas Semu

Fenomena Klitih mengalami pergeseran makna dari sesuatu yang positif menjadi sesuatu yang negatif. Jika dulu klitih dimaknai sebagai cara untuk menghilangkan rasa...

Internasional5 bulan ago

Sebar Hoaks Tentang Operasi Militer Spesial ke Ukraina, Rusia Denda Google Rp18 Miliar

Google dikabarkan telah didenda senilai 68 juta rubel atau sekitar Rp 18 miliar oleh pengawas telekomunikasi Rusia, Roskomnadzor. Di mana...

Internasional5 bulan ago

Tiba di Jerman, Jokowi & Iriana Dapat Sambutan Meriah

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana beserta rombongan tiba di Munich International Airport, Munich, Jerman,...

Trending