Connect with us

Edukasi

Ketua Badan Wakaf Indonesia: Kualitas Bangsa Bergantung pada Guru

Published

on

Ketua Badan Wakaf Indonesia Prof. Dr. Ir. K.H. Mohamad Nuh, Dea memberikan sambutannya dalam Parayaaan Milad ke-65 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Jumat (20/5/2020).

Dirinya mengatakan UIN Jakarta telah memberikan dedikasi dan kontribusi yang luar biasa dalam dunia pendidikan Indonesia. Dirinya ingin UIN sebagai lembaga institusi guru bangsa yang bisa memberikan pencerahan bagi masyarakat dan institusi yang lain.

“Kualitas bangsa negara tergantung kualitas warga negara, kualitas warga negara tergantung pada kualitas pendidikan, kualitas pendidikan tergantung pada guru,” tuturnya.

Di mana esensinya dari seorang guru adalah memberikan kecerahan. Ia juga mengatakan UIN bisa mengambil peran ketidamutuan publik menjadi diskursus intelektual yang sangat strategis dan perlu dikembangkan.

Baca Juga:

  1. Pesan Jokowi di Harkitnas: Bangsa Indonesia Harus Maju Bersama-sama
  2. Sah, Jokowi Akhirnya Cabut Larangan Ekspor Minyak Goreng
  3. Jokowi Kembali Buka Ekspor Minyak Goreng, Serikat Petani Indonesia Beri Apresiasi Tinggi

Selain itu ia turut berbeagi pengetahuan terkait buku yang pernah ia baca, yakni “Vibe Mindset”.

“Ada 5 mindset untuk kedepan yang perlu dikembangkan dan dijaga,” ujarnya.

Pertama adalah discipline mind, membuat orang yang menekuni segala sesuatu paham betul tentang apa yang ia lakukan. Namun, menurutnya hal ini belum bisa menjawab tentang persoalan.

“Tapi ini saja tidak cukup, kopleksitas lebih cepat muncul dari pada kepemahaman kita. Masih banyak lagi fenomena-fenomena yang akan muncul,” terangnya.

Oleh sebab itu ia kembali menjautkan mindset yang kedua, yaitu cityzaining mind. Pola pikir yang menggabungkan antara disiplin. Karena baginya tidak mungkin menyelesaikan perkara hanya dengan 1 disiplin saja.

Kemudian yang ketiga creatif mind, pola pikir yang mencoba mencari terobosan-terobosan baru. Dirinya mengtakan jangan ada kata puas di bidang prestasi, meski bersyukur boleh. Namun tidak boleh berhenti dan merasa puas.

“Dengan adanya terobosan-terobosan banyak pikiran-pikiran baru, dan inovasi. Ada sesuatu yang baru sehingga potensi untuk konflik,” ucap Ketua Badan Wakaf Indonesia tersebut.

Selanjutnya respectfull mind, pola pikir yang saling menghargai dan menghormati. Sebab creatif mind menurutnya juga belum cukup. Karena dari sana muncul perbedaan atau peluang konflik, sehingga butuh pola pikir ini untuk dapat saling menghargai dan menghormati.

Berikutnya yang terakir ethical mind, pola pikir yang di dasarkan atas etika. Ia mengatakan akan pentingnya etika bagi kehidupan, sebab segala hal tidak melulu cukuo dengan logika saja.

“Etika itu sangat-sangat penting, karena kalau kita hanya memanfaatkan logika saja tidak cukup,” kata Nuh.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edukasi

Pandemi dan Era Kenormalan Baru, Ini Sisi Tumpul Pembelajaran Virtual

Published

on

ilustrasi e-learning

Sejak 13 Juli 2020 lalu, sekolah memasuki masa aktif tahun ajaran baru 2020/2021. Pada masa pemantauan (transisi) kasus pandemik covid -19 ini, sebagaian besar sekolah pun terdorong untuk melakukan aktivitas MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) secara virtual. KBM (kegiatan belajaran mengajar) pun belum dapat sepenuhnya berjalan normal.

Saya sempat termenung, membayangkan apakah pembelajaran yang saya terapkan nanti akan efektif? Terlebih siswa baru sepenuhnya belum saya kenal. Karena, bagi saya perkenalan personal secara hakiki adalah pintu menuju keberhasilan KBM, terlebih dalam model virtual learning atau jarak jauh atau daring.

Namun, yang menjadi menarik dari kondisi ini ialah kesempatan untuk melihat keefektifan model pembelajaran virtual bagi pendidikan, khususnya pendidikan formal tingkat dasar-menengah.

Itikad baik pemerintah tatkala mencetuskan program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau pun Belajar dari Rumah (BDR) demi memutuskan penularan virus covid-19 tentu tak dapat dipungkiri keutamaannya.

Terlepas dari itu, apabila virtual learning dianggap sebagai big deal model pendidikan saat ini dan nanti, maka perlu diperbincangkan kemungkinan-kemungkinan ketercapaiannya.  

Sebagaimana gerakan A.W Tony Bates, dalam Teaching In Digital Age (2015) di Canada ketika mengembangkan model pembelajaran digital di kampus, itu dilakukan melalui banyak tahap seperti kajian ulang mengenai paradigma pendidikan, ilmu pengetahuan, dan keadaan masyarakat.

Tidak dimungkiri, pembelajaran virtual sangat efektif dalam memperluas ruang pembelajaran.

Seperti penjelasan Prof. Dr. Paulina Pannen, M.Ls dalam Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh, bahwa penerapan pembelajaran virtual sebagaimana “kelas maya”  bertujuan untuk mengatasi keterpisahan ruang dan waktu antara siswa dan guru

Untuk itu, gaya instruksional, penugasan, atau pun transfer knowledge tentu dapat dilakukan secara virtual dan distance sebagaimana online course, serta tayangan tutorial-tutorial bersifat teknis yang marak di youtube.

Baca Juga:

  1. Hindari Distraksi, Ini Tips yang Bisa Kamu Lakukan Saat Tugas Menumpuk
  2. Asesmen Nasional Tingkat SMP, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Berjalan
  3. Nadiem: Pembelajaran Jarak Jauh Merusak Anak

Akan Tetapi, apakah aspirasi pendidikan bangsa secara filosofi maupun kurikulum dapat terpenuhi melalui model tersebut?

Karakter: Poros Utama Pendidikan

Pada kenyataan kurikulum, dimensi ketercapaian siswa khususnya di pendidikan menengah, tidak sebatas pada kognisi (knowledge), tapi juga sikap dan keterampilan. Terlebih, penguatan pendidikan karakter (PPK) merupakan poros pendidikan yang telah dicanangkan kemendikbud sejak 2016 lalu.

Secara resmi, Kemendikbud telah merumuskan lima nilai karakter utama yakni religius, nasionalis, integritas, gotong royong, dan mandiri, yang perlu ditanamkan dalam kepribadian siswa.

Saya tidak menyatakan model pembelajaran virtual gagal dalam menunjang kompetensi sikap dan keterampilan siswa.

Namun, perlu dipastikan kembali tentang apa yang siswa dapat -kecuali otaknya bekerja- ketika duduk di depan layar komputer, televisi, maupun gawai. Artinya, hal yang perlu dihindarkan adalah kecenderungan siswa menjadi “objek” teknologi digital, agar  dampak kontraproduktif bagi kepribadian mereka tak terjadi.

Pemerintah tentu telah menyadari hal tersebut, seperti yang disosialisasikan dalam Buku panduan BDR Melalui TVRI 13 -19 Juli 2020, bahwa program BDR menekankan kompetensi literasi dan numerasi, juga membangun kelekatan dan ikatan emosional dalam keluarga, khususnya antara orang tua/wali dengan anak, melalui kegiatan-kegiatan menyenangkan serta menumbuhkan karakter positif.  

Pada konteks ini, fungsi virtual learning termasuk program tayangan TV sebagai alternatif pembelajaran harus lebih dari sekadar penebas jarak, yang mungkin hanya dapat menumbuhkan karakter mandiri (dalam berpikir) siswa.

Pertemuan: Menjalin Spirit Guru dan Murid

Keterlibatan guru dan siswa dalam suatu momen bersama menjadi penting untuk membangun karakter siswa secara utuh.

Sebagaimana ajaran yang telah diwariskan oleh Ki Hadjar Dewantara, bahwa guru memberi tauladan di hadapan siswa (Ing Ngarso Sung Tulodo), memberi spirit di tengah-tengah siswa (Ing Madya Mangun Karso), dan menunjang “perjalanan” siswa dari belakang (Tut Wuri Handayani ).

Begitu multidimensinya posisi guru, menyebabkan mereka dan siswa harus terjalin dalam kondisi yang “intim”.

Pandangan tersebut sejalan dengan paradigma pendidikan pesantren.  Hipzon Putra Azma, M.Hum (pengamat kebudayaan Islam) menjelaskan dalam sebuah Gelar Wicara, bahwa sebagaimana “halaqah” dalam tradisi di pondok pesantren, pertemuan siswa-guru atau kiai-santri mutlak harus terjadi.

Bahkan, momen hidup bersama dalam suatu komunitas merupakan model penanaman karakter yang paling mendasar.

Wacana Pendidikan dan Realitas Masyarakat

Pada konteks pendidikan karakter ini, peran keluarga terlebih dalam program BDR otomatis menjadi keutamaan.

Maka, keadaan yang membuat siswa berjarak dengan sekolah atau guru, harus ditanggapi dengan sikap menerima, bahwa kurikulum akan terkikis otoritasnya dan tunduk pada keorganikan lingkungan keluarga.

Sebab, latar belakang siswa yang beragam pun menjadi tantangan bagi perumusan konsep pembelajaran yang tepat sasaran.

Kenyataan bahwa terdapat siswa berasal dari keluarga underprivileged, atau bahkan sebagian besar siswa berasal dari panti asuhan (asrama), maka penerapan pembelajaran akan lebih “unik “dari yang telah diagendakan secara umum.

Konsep-konsep pembelajaran virtual harus dikaji berdasarkan kenyataan tersebut. Sebab boleh jadi siswa dalam konteks kelas menengah ke bawah, akan lebih memilih membantu keluarganya berdagang di pasar, membantu ibunya mencuci pakaian, memijat punggung ayahnya yang letih pasca “narik ojek”, atau membersihkan lingkungan panti/pondok, ketimbang harus berlama-lama memegang gawai, mengerjakan tugas rangkuman makalah “virus covid-19”, atau sekadar menyimak tayangan “cara hitung cepat” di TV .

Saya jadi berpikir tentang dampak aktivitas pembelajaran tatkala Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sejak maret lalu. 

Apakah siswa nantinya akan menjadi pribadi yang penuh otaknya, namun individualis dan kering karakternya?

Bagaimana mungkin kedewasaan beragama dan bernegara siswa dapat terbangun dengan hanya melihat tayangan visual, menerima runtutan tugas di WA, menyimak “omongan” di zoom, tanpa atmosfer komunal seperti yang terjadi di sekolah?

Bagaimana mungkin membangun kebiasaan gotong royong siswa melalui seberkas fail dalam google classroom?

Bagaimana caranya guru memupuk integritas siswa, tanpa mendorong dan menemani siswa secara langsung dari hari ke hari?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menumbuhkan potensi kesimpulan bahwa keefektifan pembelajaran virtual bagi pembangunan karakter siswa masih “tumpul”.

Tentu perlu riset lebih jauh untuk melihat potensi kesimpulan ini objektif atau tidak. 

Tulisan ini hanya sebatas “godaan”, untuk kita melihat kembali apakah pembelajaran virtual telah berdialog dengan wacana-wacana pendidikan serta kenyataan keluarga yang telah berlangsung di masyarakat. Sehingga, orientasi pendidikan karakter bangsa tidak benar-benar terkikis.

Continue Reading

Edukasi

Ketua Badan Wakaf Indonesia: Kualitas Bangsa Bergantung pada Guru

Published

on

Ketua Badan Wakaf Indonesia Prof. Dr. Ir. K.H. Mohamad Nuh, Dea memberikan sambutannya dalam Parayaaan Milad ke-65 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Jumat (20/5/2020).

Dirinya mengatakan UIN Jakarta telah memberikan dedikasi dan kontribusi yang luar biasa dalam dunia pendidikan Indonesia. Dirinya ingin UIN sebagai lembaga institusi guru bangsa yang bisa memberikan pencerahan bagi masyarakat dan institusi yang lain.

“Kualitas bangsa negara tergantung kualitas warga negara, kualitas warga negara tergantung pada kualitas pendidikan, kualitas pendidikan tergantung pada guru,” tuturnya.

Di mana esensinya dari seorang guru adalah memberikan kecerahan. Ia juga mengatakan UIN bisa mengambil peran ketidamutuan publik menjadi diskursus intelektual yang sangat strategis dan perlu dikembangkan.

Baca Juga:

  1. Pesan Jokowi di Harkitnas: Bangsa Indonesia Harus Maju Bersama-sama
  2. Sah, Jokowi Akhirnya Cabut Larangan Ekspor Minyak Goreng
  3. Jokowi Kembali Buka Ekspor Minyak Goreng, Serikat Petani Indonesia Beri Apresiasi Tinggi

Selain itu ia turut berbeagi pengetahuan terkait buku yang pernah ia baca, yakni “Vibe Mindset”.

“Ada 5 mindset untuk kedepan yang perlu dikembangkan dan dijaga,” ujarnya.

Pertama adalah discipline mind, membuat orang yang menekuni segala sesuatu paham betul tentang apa yang ia lakukan. Namun, menurutnya hal ini belum bisa menjawab tentang persoalan.

“Tapi ini saja tidak cukup, kopleksitas lebih cepat muncul dari pada kepemahaman kita. Masih banyak lagi fenomena-fenomena yang akan muncul,” terangnya.

Oleh sebab itu ia kembali menjautkan mindset yang kedua, yaitu cityzaining mind. Pola pikir yang menggabungkan antara disiplin. Karena baginya tidak mungkin menyelesaikan perkara hanya dengan 1 disiplin saja.

Kemudian yang ketiga creatif mind, pola pikir yang mencoba mencari terobosan-terobosan baru. Dirinya mengtakan jangan ada kata puas di bidang prestasi, meski bersyukur boleh. Namun tidak boleh berhenti dan merasa puas.

“Dengan adanya terobosan-terobosan banyak pikiran-pikiran baru, dan inovasi. Ada sesuatu yang baru sehingga potensi untuk konflik,” ucap Ketua Badan Wakaf Indonesia tersebut.

Selanjutnya respectfull mind, pola pikir yang saling menghargai dan menghormati. Sebab creatif mind menurutnya juga belum cukup. Karena dari sana muncul perbedaan atau peluang konflik, sehingga butuh pola pikir ini untuk dapat saling menghargai dan menghormati.

Berikutnya yang terakir ethical mind, pola pikir yang di dasarkan atas etika. Ia mengatakan akan pentingnya etika bagi kehidupan, sebab segala hal tidak melulu cukuo dengan logika saja.

“Etika itu sangat-sangat penting, karena kalau kita hanya memanfaatkan logika saja tidak cukup,” kata Nuh.

Continue Reading

Edukasi

Ma’ruf Amin: UIN Jakarta Harus Jadi Universitas Internasional

Published

on

Wakil Presiden RI Prof. Dr. K.H. Ma’arif Amin

Wakil Presiden RI Prof. Dr. K.H. Ma’arif Amin memberikan sambutannya dalam Perayaan Milad ke-65 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jakarta pada Jumat (20/5/2022).

Namun sambutannya itu ia sampaikan secara virtual, dengan berupa tayangan video. Hal ini lantaran dirinya tidak bisa hadir pada acara yang diselenggaran di Auditorium Harun Natsution tersebut.

Atas hal itu pun Ma’ruf hanya bisa memberikan sambutan sekaligus ucapan selamat kepada UIN Jakarta secara singkat saja.

Ma’ruf mengatakan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah memberikan peran dan manfaat di banyak bidang, terutama keagamaan. Dengan begitu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai tingkat perguruan tinggi yang unggul.

Baca Juga:

  1. Ini Dia 10 Kampus Swasta Terbaik Indonesia Versi THE Impact Rankings 2022
  2. 5 Universitas Luar Negeri yang Punya Program Kuliah Online
  3. Ingin Kuliah Online? 10 Kampus Terbaik di Indonesia Ini Bisa Jadi Referensi

Ma’ruf pun berharap agar perguruan tinggi negeri tersebut tetap bekerja keras sebagai perguruan tinggi dengan berstandar internasional. Tidak hanya studi keislaman, melainkan juga untuk studi lainnya. Terkait fasilatas pendidikan pun juga singkat ia bahas sebagai penunjang.

“Saya mengharapkan UIN Jakarta tetap bekerja keras dengan berstandar internasional. Tidak studi keislaman atau keagamaan saja, tapi juga studi yang lain,” kata Ma’ruf.

“UIN Jakarta harus lebih aktif lagi untuk melakukan promosi ke luar negeri,” imbuhnya.

Menurutnya, hal ini menjadi kekuatan Indonesia untuk berperang secara global. Selanjutnya ia tak lupa mengucapkan selamat milad kepada UIN Jakarta, serta mendoakan yang terbaik untuk kedepannya.

Continue Reading

Latest News

CityView2 bulan ago

Demi Bangun IKN Nusantara, Kementerian PUPR Kirim 25 Orang ke Korsel Belajar Smart City

Kementerian PUPR mengirim 25 orang untuk belajar smart city concept untuk diterapkan di IKN Nusantara ke Korea Selatan. Negara ini...

Kesehatan-Kecantikan2 bulan ago

Asam Jawa, Tanaman Pengundang Makhluk Halus yang Jadi Obat Tradisional Indonesia

Meskipun disebut dengan nama asam Jawa, pohon asam Jawa (Tamarindus indica) aslinya berasal dari benua Afrika. Orang-orang India mengembangkannya karena...

Hangout3 bulan ago

Sudah Ada Sejak Puluhan Tahun, Inilah 6 Tempat Makan Legendaris di Cikini

Cikini terletak di pusat kota Jakarta. Selain menjadi wilayah yang memiliki banyak sejarah, Cikini juga memiliki banyak tempat kuliner. Bahkan...

Properti3 bulan ago

Jadi Buruan Masyarakat Indonesia Selama Pandemi Covid-19, Ini Pengertian Hunian Private Cluster

Berbagai konsep hunian terus dihadirkan khususnya untuk mengantisipasi situasi pandemi. Perumahan mini real estat dengan jumlah unit terbatas lebih mudah...

Traveling3 bulan ago

Ramah untuk Wisatawan Muslim, Ini 4 Alasan Orang Indonesia Wajib Liburan ke Turki

Tempat wisata ramah muslim memiliki peluang menggiurkan saat ini. Sebab itulah beberapa negara sangat gencar menawarkan wisata jenis ini. Turki...

Pojok3 bulan ago

Tradisi Aji Ugi, Pergumulan Islam & Budaya yang Jadi Kebanggan Orang Bugis

Haji adalah salah satu rukun Islam yang kelima. Umat Islam juga meyakini bahwa haji adalah ibadah yang pahalanya berlipat ganda....

Infrastruktur3 bulan ago

Begini Rumitnya Konstruksi Tol Semarang-Demak, yang Sekaligus Tanggul Laut

Jalan tol Semarang-Demak dibangun dengan konstruksi khusus beberapa lapis di atas laut untuk juga menjadi tanggul laut sebagai antisipasi banjir...

Histori3 bulan ago

Asal-muasal Nama Depok, Tempat Pertapaan Prabu Siliwangi yang Kini Jadi Penyangga Ibu Kota

Selain merupakan Pusat Pemerintahan yang berbatasan langsung dengan Wilayah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Kota Depok juga merupakan wilayah penyangga...

Traveling3 bulan ago

Pulau Asu, The Paradise on Earth Asli Indonesia

Pulau Asu adalah pulau terpencil dalam Kepulauan Hinako dan merupakan salah satu pulau terluar Indonesia. Pulau Asu berada di wilayah...

Internasional3 bulan ago

Rusia Dinilai Sudah Menang Lawan Ukraina, Ini Buktinya

Pengamat militer dari lembaga think tank RUSI (Royal United Services Institute) di London, Inggris, Neil Melvin, menilai bahwa Rusia sudah...

Internasional3 bulan ago

Pemerintah Rusia Konfirmasi Zelensky Titip Pesan Khusus ke Putin Lewat Jokowi

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ternyata menitipkan pesan khusus kepada Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), untuk disampaikan ke Presiden...

Properti3 bulan ago

Inilah Standar Rumah Sehat Sesuai SNI

Pandemi Covid-19 yang kita jalani sejak awal tahun 2020 telah mengubah lifestyle hingga konsep rumah. Penerapan rumah yang sehat mutlak...

Nasional3 bulan ago

Beli Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi PeduliLindungi Diperpanjang Hingga 3 Bulan

Pemerintah berupaya untuk menemukan keseimbangan terkait pengendalian minyak goreng dari sisi hulu hingga hilir. Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang...

COVID-19Update3 bulan ago

Korea Utara Sebut Benda Alien di Perbatasan Korsel Sebagai Penyebab Pandemi Covid-19

Korea Utara mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait pandemi Covid-19. Mereka menyatakan wabah Covid-19 di negara mereka dimulai dari pasien yang menyentuh...

Internasional3 bulan ago

Serangan Dilakukan Acak, Wanita di AS Ditembak di Kepala saat Dorong Bayi

Sampai kini masih terus terjadi kasus penembakan maut di Amerika Serikat (AS). Bahkan, baru-baru ini kasus tersebut kembali terjadi hingga...

Nasional3 bulan ago

Ibu Iriana, Ibu Negara Pertama yang Kunjungi Ukraina

Untuk melihat situasi dan memberi dukuan terhadap Ukraina atas perang yang terjadi, beberapa pemimpin negera pun mengunjungi Kyiv. Bahkan, terbaru...

Lifestyle3 bulan ago

Anak Kecanduan Gadget? Simak 6 Tips Menghentikannya

Saat ini, anak-anak sudah menjadi lebih terbiasa bermain dengan gadget daripada bermain di luar. Mereka kecanduan game mobile, televisi, dan...

CityView3 bulan ago

Perkenalkan Bubakan, Kampung Elite Para Tukang Bakso di Wonogiri

Diketahui, karena pidato dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Rapat Kerja Nasional PDIP Perjuangan pada Selasa (21/6/2022) menyebut kata...

Hangout3 bulan ago

Museum PETA, Simbol Penghargaan untuk Pejuang Tanah Air

Museum PETA yang berada di Bogor merupakan destinasi wisata sejarah yang dapat kalian kunjungi untuk mengenang jasa para pahlawan Indonesia....

Bisnis3 bulan ago

Mantan Bos Bukalapak Ungkap Penyebab Ramai Perusahaan StartUp Tumbang

Perusahaan startup secara bersamaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya beberapa waktu lalu. Hal itu disebabkan kondisi ekonomi yang...

Teknologi3 bulan ago

Mulai 1 Juli 2022, Beli Pertalite Wajib Daftar di Aplikasi Pertamina

Mulai 1 Juli 2022, aplikasi My Pertamina bakal menjadi syarat bagi pembeli untuk mereka dapat membeli bahan bakar minyak (BBM)...

Sosial-Budaya3 bulan ago

Melacak Jejak Sirih dan Pinang, Budaya Nginang Masyarakat Indonesia

Tradisi nyirih kini hanya tersisa dalam sebuah masyarakat tradisional, yang notabene sedikit terpapar oleh proyek modernitas atau proses pembaratan secara...

CityView3 bulan ago

Fenomena Klitih dan Munculnya Maskulinitas Semu

Fenomena Klitih mengalami pergeseran makna dari sesuatu yang positif menjadi sesuatu yang negatif. Jika dulu klitih dimaknai sebagai cara untuk menghilangkan rasa...

Internasional3 bulan ago

Sebar Hoaks Tentang Operasi Militer Spesial ke Ukraina, Rusia Denda Google Rp18 Miliar

Google dikabarkan telah didenda senilai 68 juta rubel atau sekitar Rp 18 miliar oleh pengawas telekomunikasi Rusia, Roskomnadzor. Di mana...

Internasional3 bulan ago

Tiba di Jerman, Jokowi & Iriana Dapat Sambutan Meriah

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana beserta rombongan tiba di Munich International Airport, Munich, Jerman,...

Trending