NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo
Museum Radya Pustaka, Museum Tertua di Solo yang Masih Menyimpan Hadiah Napoleon Bonaparte - Portal Berita MyCity Depok
Connect with us

Traveling

Museum Radya Pustaka, Museum Tertua di Solo yang Masih Menyimpan Hadiah Napoleon Bonaparte

Published

on

Museum Radya Pustaka

Jika Cityzen jalan-jalan ke Kota Solo, boleh mampir sejenak ke museum tertua di Jawa, yakni Museum Radya Pustaka.

Museum ini menyimpan koleksi sekaligus informasi penting yang berupa artefak-artefak Jawa dari masa lampau. Dibangun oleh Kanjeng Adipati Sosroningrat IV pada 28 Oktober 1890 silam, museum Radya Pustaka dengan semangat membawa kesadaran dalam menyimpan peninggalan leluhur.

Sehingga, anak cucunya saat ini dapat mengerti kondisi sosial dan budaya masyarakat Jawa pada waktu itu.

Musuem ini terletak di Jalan Slamet Riyadi yang merupakan jalan utama yang membelah kota Solo dari timur ke barat.

Jalan Slamet Riyadi di masa lalu ini digunakan sebagai batas wilayah teritori dari dua kerajaan peninggalan Mataram yakni Keraton Kasunanan dan Keraton Mangkunegaran.

Museum Radya Pustaka di dalamnya tersimpan berbagai macam koleksi dari Keraton Kasunanan dan terletak di samping Taman Sriwedari yang pernah menjadi pusat hiburan warga Solo tempo dulu. Lokasinya cukup strategis.

Sebelum koleksi Radya Pustaka ditempatkan di bangunan museum yang sekarang, semua koleksinya pernah disimpan dalam rumah Kanjeng Adipati Sosroningrat IV yang pernah menjabat patih atau orang nomor dua dari Raja Pakubuwono ke-9 dan 10.

Baca Juga:

  1. Museum Bank Mandiri, Sebuah Alternatif Wisata Edukasi
  2. Overture 1812 & Museum Borodino, Bukti Keperkasaan Tentara Rusia
  3. 5 Museum Bersejarah di Jakarta

Belakangan, semua koleksinya sudah dipindah ke Loji atau rumah Adipolo yang merupakan bekas rumah seorang warga Belanda bernama Johannes Busselaar sejak 1 Januari 1913 hingga sekarang gedung museum itu berdiri.

Saksi Sejarah Kerajaan Mataram

Di museum ini, Cityzen bisa belajar sekaligus menelusuri jejak sejarah Kerajaan Mataram Kuno dan Islam. Dua masa dari dua dinasti kerajaan yang menguasai wilayah pulau Jawa kala itu.

Berdasarkan catatan sejarah, di Pulau Jawa pernah berkuasa dinasti kerajaan besar yang terpecah jadi dua, yakni Kerajaan Mataram yang meninggalkan jejak dinastinya di wilayah Yogyakarta dan Surakarta (Solo).

Koleksi benda bersejarah peninggalan masa Mataram yang bisa dilihat ialah arca, manuskrip buku-buku, pusaka adat, dan wayang kulit kuno.

Di pintu masuk halaman museum, Cityzen akan disambut patung Raden Ronggowarsito sebagai ikon utama Radya Pustaka. Ronggowarsito terkenal sebagai pujangga Keraton Surakarta dari abad ke-19.

Bisa jadi inisiator pengumpul artefak-artefak di museum ini adalah Ronggowarsito karena predikatnya sebagai orang pintar atau pujangga di zamannya. Namun, ini hanya spekulasi atau dugaan saja.

Adapun koleksi-koleksi penting yang tersimpan di museum ini ialah:

Buku Kuno

Pakubuwono IV mengarang serat bernama Wulang Reh. Ya, Wulang Reh karangannya yang berisi petunjuk dan wejangan pemerintahan ada di museum Radya Pustaka ini.

Tak hanya itu, ada juga Serat Rama karangan Pujangga Keraton Surakarta bernama Yasadipura I yang menceritakan tentang Ramayana. Babad Tanah Jawi Pararaton, Kawruh Empu (buku tentang keris), Jawa Carik, dan lain-lain.

Pusaka Adat

Di Museum Radya Pustaka Cityzen juga bisa melihat Rajamala. Yakni sebuah patung kepala raksasa yang terbuat dari kayu.

Patung ini merupakan hasil tangan Pakubuwono V kala dia masih didapuk menjadi seorang putra mahkota keraton.

Sebenarnya, patung buatan Pakubuwono V ini ada dua. Namun, yang patung yang satunya disimpan di Keraton Surakarta.

Patung ini digunakan sebagai hiasan depan sebuah perahu yang dulunya dipakai untuk mengambil Pakubuwono IV yang berasal dari Madura.

Selain itu ada juga koleksi berbagai senjata tradisional dari beberapa daerah dan keris senjata khas Jawa. Juga beberapa senjata bermesiu seperti meriam dan senapan kuno.

Berbagai Manuskrip atau Naskah Kuno Surakarta

Nama lain dari Manuskrip adalah naskah kuno. Tak perlu jauh-jauh datang ke Perpustakaan Nasional, di Museum Radya Pustaka menyimpan koleksi naskah kuno yang ditulis pada media kayu dengan huruf Jawa Kuno, Bali dan juga Sanksekerta.

Demi menjaga keberlangsungan dan umur panjang koleksi, koleksi manuskrip ini sekarang bisa dinikmati lewat perangkat digital setelah pihak pengelola melakukan digitalisasi terhadap manuskrip dan buku koleksinya.

Arca Berbagai Ukuran

Ingin melihat arca berbagai ukuran di Museum Radya Pustaka? Tenang, berbagai arca ukuran besar dan kecil peninggalan Mataram Kuno banyak dipajang disini.

Di halaman depan, sampai teras museum, Cityzen akan disambut dengan Arca Ganesha, Siwa Mahadewa, Durga Mahisasuramardini, dan Kartikeya (relief dewa yang mengendarai Mayura/burung merak). Menurut keterangan yang ditempel di badan arca, artefak ini peninggalan abad 7-10 Masehi.

Di dalam museum di ruang pamer arca juga banyak ditemukan arca-arca mini antara lain: Dewi Sri, Kasyapa, Dewi Tara, Avalokitesvara, Dewi Saraswati, Bodhisatwa, Dewi Cunda, dan juga Siwa Mahadewa.

Rupa-rupa Benda Kuno

Tak hanya arca, manuskrip dan benda-benda pusaka saja yang dipajang, Cityzen bisa melihat koleksi keramik kuno yang berupa piring, guci dan juga gelas.

Tak ketinggalan beberapa jenis furnitur seperti meja dari batu marmer, kursi,, aksesoris pakaian kuno seperti topi, aneka blangkon, dan juga wayang kulit.

Satu koleksi yang menarik dari Museum Radya Pustaka yakni, museum ini masih menyimpan kotak musik buatan Perancis berhiaskan bunga-bunga dimana di bagian atasnya menancap burung kecil.

Konon, kotak musik tersebut diberikan sebagai hadiah pemberian dari Raja Perancis Napoleon Bonaparte kepada Raja Pakubuwono IV.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Traveling

Ramah untuk Wisatawan Muslim, Ini 4 Alasan Orang Indonesia Wajib Liburan ke Turki

Published

on

Blue Mosque

Tempat wisata ramah muslim memiliki peluang menggiurkan saat ini. Sebab itulah beberapa negara sangat gencar menawarkan wisata jenis ini.

Turki atau dalam Bahasa Inggris sering disebut sebagai Tukey merupakan negara surga dunia dengan gabungan dua benua sekaligus. 

Turki yang berada di Kawasan Eurasia yakni benua Asia dan Eropa yakni terbentang dari wilayah semenanjung Anatolia (Asia Barat Daya) hingga daerah Balkan (Eropa Tenggara). 

Baca Juga:

  1. Diperiksa Kasus ‘Stupa Jokowi’, Roy Suryo Penuhi Panggilan Polda Metro
  2. Ibu Iriana, Ibu Negara Pertama yang Kunjungi Ukraina
  3. Pesan Menyentuh Sri Mulyani Kepada PNS yang Dapat Gaji ke-13 1 Juni 2022

Oleh sebab itu, Turki familiar disebut sebagai jembatan antara Timur dan Barat serta gelar sebagai negeri dua benua. 

Letaknya yang berada di dua benua membuat Turki menjadi negara dengan daya tarik tersendiri mulai dari sejarah kebudayaan, keindahan alam, dan politik di Turki. Tak heran negara Turki menjadi salah satu destinasi tujuan wisata yang wajib dikunjungi wisatawan.

Negara Turki sangat diminati oleh wisatawan mancanegara dikarenakan indahnya pesona alam dan juga bangunan yang ada di Negara Turki itu sendiri. 

Terkait wisata halal, ada beberapa hal yang membuat Turki layak disebut sebagai negara yang ramah terhadap wisatawan muslim.

Wisata Muslim Turki

Pertama, sebagian besar masyarakat Turki berasal dari Kawasan Asia Tengah. Masyarakat Turki Sebagian besar beragama Islam dan minoritas Nasrani. Nanum, Toleransi yang terjalin sangat kuat, sehingga jarang menemukan perselisihan agama. 

Alasan kedua, mengucapkan salam dan ramah tamah juga menjadi bagian dari persaudaraan yang dibangun oleh warga Turki. Oleh sebab itu, mereka sangat “welcome” dengan orang asing.

Wisata Muslim Turki

Alasan ketiga, daerah Antalya, yang populer di Turki memiliki 20 hotel ramah halal bagi pelancong Muslim. Fasilitas itu membuat Antalya dianggap sebagai tujuan teramah dan terdepan di dunia untuk wisatawan sadar halal.

Pasar perjalanan halal menjadi salah satu sektor termuda dan paling dinamis di industri wisata Turki. Pelaku usaha mengharapkan belanja pasar Muslim dari sektor perjalanan mencapai 243 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada 2021.

Continue Reading

Traveling

Pulau Asu, The Paradise on Earth Asli Indonesia

Published

on

Pulau Asu

Pulau Asu adalah pulau terpencil dalam Kepulauan Hinako dan merupakan salah satu pulau terluar Indonesia.

Pulau Asu berada di wilayah Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara. Pulau Asu menawarkan pesona alam yang luar biasa dengan perpaduan birunya langit bertemu dengan birunya laut.

Wisatawan kerap mengira pulau ini dinamakan Asu lantaran masyarakat Nias banyak yang memelihara anjing. Padahal hal tersebut merupakan kebetulan. Kebanyakan penduduk memelihara anjing untuk menjaga kebun dan menjaga rumah penduduk dari binatang lain.

Asal kata Asu sebenarnya kependekan dari kata Asuhan. Asuhan bermakna terakhir dalam bahasa Nias. Maksudnya, pulau ini merupakan pulau terakhir yang terjaga dan dikagumi.

Baca Juga:

  1. Roti Gambang, Disebut Bantalan Rel, Ternyata Terbaik di Dunia
  2. Sate Bulayak, Sate Sedap Khas Lombok yang Sarat Nilai Filosofis
  3. Lontong Roomo, Makanan Nikmat Khas Gresik yang Lahir di Era Sunan Giri

Namun lantaran orang Nias mengucapkan Asuh huruf “h” nya sering tidak terdengar, maka tempat ini kerap disebut Asu.

Nuansa tentram dan semilir angin yang membawa bau lautan akan seketika menyambut anda saat anda menapakan kaki di Pulau Asu. Pulau yang luasnya hanya sekitar 18 km ini juga dihuni kurang lebih 20 kepala keluarga.

Di sepanjang garis pantai, pasir putih yang terasa lembut di kaki dapat anda jadikan sebagai tempat untuk bermain voli atau sekedar bermain pasir bersama anak-anak anda. Lalu lautannya berwarna mirip dengan langit yang biru, apalagi jika di bawah sinar matahari, air laut ini akan terlihat berkilauan. Membuat siapa saja yang melihatnya tidak ingin beranjak kemana-mana.

Kegiatan yang dapat pengunjung lakukan di sana juga bermacam-macam, seperti bersnorkling ria untuk anda yang ingin merasakan segarnya air laut dan melihat view pemandangan bawah laut, selain itu karena ombak di sana tinggi, sangat cocok bagi pengunjung yang suka dengan olahraga selancar. Liburan di Pulau Asu memang seperti berada di surga pribadi tersembunyi yang sangat elok.

Pulau Asu

Saat sedang berlibur pastikan anda tidak lupa membawa peralatan untuk berfoto-foto seperti kamera handphone atau bahkan kamera professional. Karena saat ada datang ke tempat wisata yang menarik, berbagai macam pemandangan dapat anda temukan dan tentunya kamera bisa membantu untuk mengabadikan sekaligus dijadikan kenang-kenangan agar dapat ditunjukan kepada saudara di rumah.

Untuk anda pecinta foto-foto pemandangan alam, di obyek wisata Pulau Asu, anda bisa mendapatkan banyak spot berfoto yang keren-keren. Seperti di sekitar pantai, saat anda bermain voli bersama teman-teman, lalu berfoto dengan latar belakang birunya lautan yang sangat indah. Pepohonan di sekitar yang tumbuh dengan subur juga dapat anda jadikan sebagai tempat berfoto.

Dan jika anda membawa kamera yang tahan air, anda dapat mengabadikan momen seru saat sedang melakukan kegiatan bersnorkling ria agar anda bisa membawa pulang hasil foto pemandangan bawah laut yang indah.

Continue Reading

Traveling

Sektor Pariwisata Indonesia Terbaik Kedua di Asia Tenggara & Duduki Posisi 32 Dunia

Published

on

Sektor pariwisata Indonesia

Sektor Pariwisata Indonesia menorehkan prestasi membanggakan di mana indeks daya saing pariwisata dan perjalanan atau Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) yang baru saja dirilis secara resmi oleh World Economic Forum (WEF) pada 24 Mei 2022 menunjukkan bahwa Indonesia melesat naik 12 peringkat, dari posisi 44 menjadi peringkat 32 besar dunia.

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan meski diterpa banyak kendala, Indonesia mampu mencapai peningkatan peringkat terbesar, naik hingga 3,4 persen. Adapun Arab Saudi mencapai peningkatan peringkat terbesar kedua dengan naik 2,3 persen pada TTCI.

“Indonesia menempati peringkat 32, naik 12 posisi dari 117 negara di seluruh dunia. Kenaikan 12 peringkat ini dicapai di tengah pandemi Covid-19 dan banyak kendala lainnya. Namun tapi ternyata ada beberapa poin yang berhasil diperbaiki dan ditingkatkan,” katanya.

Baca Juga:

  1. Keris dan Perubahan Budaya bagi Masyarakat Jawa
  2. Kartini dan Kondisi Sosial Budaya Perempuan Jawa dalam Jerat Feodalisme
  3. 6 Rumah Adat Jawa Barat Beserta Filosofi Luhurnya

Di kawasan Asia Pasifik, sambungnya, sektor pariwisata Tanah Air berhasil masuk 10 besar. Persisnya dengan menempati peringkat kedelapan.

“Di ASEAN, Indonesia masuk di posisi yang sangat bergengsi karena melampaui pencapaian negara-negara tetangga,” ungkap dia.

Di atas RI, terdapat beberapa negara, di antaranya Jepang yang duduk di peringkat pertama, Australia, dan Singapura.

“Tentunya kita patut bangga dengan pencapaian ini, apalagi menurut laporan yang sama, Asia Pasifik merupakan kawasan dengan kinerja di sektor pariwisata tertinggi kedua di dunia. Dari 20 negara, tak kurang 13 di antaranya berhasil memperbaiki indeks sektor pariwisatanya sejak 2019,” dia memungkasi.

Continue Reading

Latest News

CityView6 bulan ago

Demi Bangun IKN Nusantara, Kementerian PUPR Kirim 25 Orang ke Korsel Belajar Smart City

Kementerian PUPR mengirim 25 orang untuk belajar smart city concept untuk diterapkan di IKN Nusantara ke Korea Selatan. Negara ini...

Kesehatan-Kecantikan6 bulan ago

Asam Jawa, Tanaman Pengundang Makhluk Halus yang Jadi Obat Tradisional Indonesia

Meskipun disebut dengan nama asam Jawa, pohon asam Jawa (Tamarindus indica) aslinya berasal dari benua Afrika. Orang-orang India mengembangkannya karena...

Hangout7 bulan ago

Sudah Ada Sejak Puluhan Tahun, Inilah 6 Tempat Makan Legendaris di Cikini

Cikini terletak di pusat kota Jakarta. Selain menjadi wilayah yang memiliki banyak sejarah, Cikini juga memiliki banyak tempat kuliner. Bahkan...

Properti7 bulan ago

Jadi Buruan Masyarakat Indonesia Selama Pandemi Covid-19, Ini Pengertian Hunian Private Cluster

Berbagai konsep hunian terus dihadirkan khususnya untuk mengantisipasi situasi pandemi. Perumahan mini real estat dengan jumlah unit terbatas lebih mudah...

Traveling7 bulan ago

Ramah untuk Wisatawan Muslim, Ini 4 Alasan Orang Indonesia Wajib Liburan ke Turki

Tempat wisata ramah muslim memiliki peluang menggiurkan saat ini. Sebab itulah beberapa negara sangat gencar menawarkan wisata jenis ini. Turki...

Pojok7 bulan ago

Tradisi Aji Ugi, Pergumulan Islam & Budaya yang Jadi Kebanggan Orang Bugis

Haji adalah salah satu rukun Islam yang kelima. Umat Islam juga meyakini bahwa haji adalah ibadah yang pahalanya berlipat ganda....

Infrastruktur7 bulan ago

Begini Rumitnya Konstruksi Tol Semarang-Demak, yang Sekaligus Tanggul Laut

Jalan tol Semarang-Demak dibangun dengan konstruksi khusus beberapa lapis di atas laut untuk juga menjadi tanggul laut sebagai antisipasi banjir...

Histori7 bulan ago

Asal-muasal Nama Depok, Tempat Pertapaan Prabu Siliwangi yang Kini Jadi Penyangga Ibu Kota

Selain merupakan Pusat Pemerintahan yang berbatasan langsung dengan Wilayah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Kota Depok juga merupakan wilayah penyangga...

Traveling7 bulan ago

Pulau Asu, The Paradise on Earth Asli Indonesia

Pulau Asu adalah pulau terpencil dalam Kepulauan Hinako dan merupakan salah satu pulau terluar Indonesia. Pulau Asu berada di wilayah...

Internasional7 bulan ago

Rusia Dinilai Sudah Menang Lawan Ukraina, Ini Buktinya

Pengamat militer dari lembaga think tank RUSI (Royal United Services Institute) di London, Inggris, Neil Melvin, menilai bahwa Rusia sudah...

Internasional7 bulan ago

Pemerintah Rusia Konfirmasi Zelensky Titip Pesan Khusus ke Putin Lewat Jokowi

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ternyata menitipkan pesan khusus kepada Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), untuk disampaikan ke Presiden...

Properti7 bulan ago

Inilah Standar Rumah Sehat Sesuai SNI

Pandemi Covid-19 yang kita jalani sejak awal tahun 2020 telah mengubah lifestyle hingga konsep rumah. Penerapan rumah yang sehat mutlak...

Nasional7 bulan ago

Beli Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi PeduliLindungi Diperpanjang Hingga 3 Bulan

Pemerintah berupaya untuk menemukan keseimbangan terkait pengendalian minyak goreng dari sisi hulu hingga hilir. Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang...

COVID-19Update7 bulan ago

Korea Utara Sebut Benda Alien di Perbatasan Korsel Sebagai Penyebab Pandemi Covid-19

Korea Utara mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait pandemi Covid-19. Mereka menyatakan wabah Covid-19 di negara mereka dimulai dari pasien yang menyentuh...

Internasional7 bulan ago

Serangan Dilakukan Acak, Wanita di AS Ditembak di Kepala saat Dorong Bayi

Sampai kini masih terus terjadi kasus penembakan maut di Amerika Serikat (AS). Bahkan, baru-baru ini kasus tersebut kembali terjadi hingga...

Nasional7 bulan ago

Ibu Iriana, Ibu Negara Pertama yang Kunjungi Ukraina

Untuk melihat situasi dan memberi dukuan terhadap Ukraina atas perang yang terjadi, beberapa pemimpin negera pun mengunjungi Kyiv. Bahkan, terbaru...

Lifestyle7 bulan ago

Anak Kecanduan Gadget? Simak 6 Tips Menghentikannya

Saat ini, anak-anak sudah menjadi lebih terbiasa bermain dengan gadget daripada bermain di luar. Mereka kecanduan game mobile, televisi, dan...

CityView7 bulan ago

Perkenalkan Bubakan, Kampung Elite Para Tukang Bakso di Wonogiri

Diketahui, karena pidato dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Rapat Kerja Nasional PDIP Perjuangan pada Selasa (21/6/2022) menyebut kata...

Hangout7 bulan ago

Museum PETA, Simbol Penghargaan untuk Pejuang Tanah Air

Museum PETA yang berada di Bogor merupakan destinasi wisata sejarah yang dapat kalian kunjungi untuk mengenang jasa para pahlawan Indonesia....

Bisnis7 bulan ago

Mantan Bos Bukalapak Ungkap Penyebab Ramai Perusahaan StartUp Tumbang

Perusahaan startup secara bersamaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya beberapa waktu lalu. Hal itu disebabkan kondisi ekonomi yang...

Teknologi7 bulan ago

Mulai 1 Juli 2022, Beli Pertalite Wajib Daftar di Aplikasi Pertamina

Mulai 1 Juli 2022, aplikasi My Pertamina bakal menjadi syarat bagi pembeli untuk mereka dapat membeli bahan bakar minyak (BBM)...

Sosial-Budaya7 bulan ago

Melacak Jejak Sirih dan Pinang, Budaya Nginang Masyarakat Indonesia

Tradisi nyirih kini hanya tersisa dalam sebuah masyarakat tradisional, yang notabene sedikit terpapar oleh proyek modernitas atau proses pembaratan secara...

CityView7 bulan ago

Fenomena Klitih dan Munculnya Maskulinitas Semu

Fenomena Klitih mengalami pergeseran makna dari sesuatu yang positif menjadi sesuatu yang negatif. Jika dulu klitih dimaknai sebagai cara untuk menghilangkan rasa...

Internasional7 bulan ago

Sebar Hoaks Tentang Operasi Militer Spesial ke Ukraina, Rusia Denda Google Rp18 Miliar

Google dikabarkan telah didenda senilai 68 juta rubel atau sekitar Rp 18 miliar oleh pengawas telekomunikasi Rusia, Roskomnadzor. Di mana...

Internasional7 bulan ago

Tiba di Jerman, Jokowi & Iriana Dapat Sambutan Meriah

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana beserta rombongan tiba di Munich International Airport, Munich, Jerman,...

Trending