NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo
Taman Hutan Raya Bukit Soeharto: Angan Pemerintah Orde Baru Membentuk Hutan Konservasi - Portal Berita MyCity Depok
Connect with us

CityView

Taman Hutan Raya Bukit Soeharto: Angan Pemerintah Orde Baru Membentuk Hutan Konservasi

Published

on

Kawasan Tahura Bukit Soeharto

Konon, sejarah penamaan bukit itu menjadi Bukit Soeharto tidak terlepas dari kisah perjalanan darat Soeharto melintasi bukit nan sarat kesan heroik, dari Balikpapan-Samarinda yang berjarak 120-an kilometer. Kawasan ini juga digadang-gadang sebagai kandidat calon ibukota baru, dulunya…

Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto termasuk dalam kawasan konservasi alam yang terletak di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Tahura Bukit Soeharto ini ramai dibicarakan orang setelah Presiden Jokowi mengunjungi kawasan ini kala isu rencana pemindahan ibu kota baru mencuat. Rencananya, Tahura Bukit Soeharto ini digadang-gadang menjadi kandidat dari tujuan ibu kota baru tersebut.

Kawasan Bukit Soeharto ini cukup strategis, terletak di tengah-tengah kota antara Kota Samarinda dengan Kota Balikpapan dan telah tersambung oleh jalan tol.

Kawasan ini juga didukung oleh dua bandara internasional yakni Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan dan Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Samarinda.

Jarak ke Pelabuhan Semayang Balikpapan juga tidak begitu jauh, hanya 60 kilometer. Dan jarak pelabuhan di Pantai Pamedas hanya 35,7 kilometer saja.

Penamaan Hutan, Status Kawasan dan Angan-Angan

Berdasarkan Peta Kawasan Konservasi di Indonesia yang dirilis oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), kawasan Bukit Soeharto merupakan salah satu dari 28 Taman Hutan Raya yang ada di Indonesia.

Dalam kawasan bukit soeharto ini, tanaman yang mendominasi adalah pohon-pohon hasil reboisasi yakni Sengon, Akasia, Mahoni, Sungkai, dan Johar.

Sedangkan fauna yang mendiami kawasan ini adalah Orang Utan, Beruang Madu, Banteng, Macan Dahan, Rusa, Kera, dan Burung Enggang.

Baca Juga:

  1. Sejarah Panjang Kebun Raya Cibodas
  2. Kisah Keluarga Tuan Tanah Kaya di Cibubur
  3. Dilema Mengatasi Kemiskinan Kota

Tak ayal, Tahura Bukit Soeharto ini merupakan kawasan konservasi di Kalimantan Timur dan diusulkan oleh Gubernur Kaltim sebagai zona produksi dan pelestarian lingkungan hidup sejak 1976 silam.

Namun dalam perkembangannya, kawasan tersebut mengalami beberapa kali perubahan status dan fungsi dari hutan lindung sampai dengan hutan wisata.

Adapun cikal bakal penamaan bukit tersebut menjadi Bukit Soeharto tidak terlepas dari kisah ‘heroik’ perjalanan presiden Soeharti yang melakukan perjalanan darat antara Balikpapan-Samarinda yang berjarak 120-an kilometer yang melintasi bukit tersebut.

Dikatakan heroik sebab pada waktu itu infrastruktur jalan yang terbentang antara kedua kota tersebut sangat buruk. Momen perjalanan itupun disebut heroik.

Angan-angan Soeharto semenjak pertama kali berkuasa ialah menempatkan kawasan hutan itu sebagai ‘etalase’ yang merekam keberhasilan Indonesia dalam mengelola hutan hujan tropis.

Apalagi, letaknya yang relatif mudah dijangkau beberapa transportasi menjadi latar belakang dipilihnya bukit ini sebagai etalase keberhasilan dari program konservasi kala itu.

Sejumlah tamu penting negara diajak ke kawasan konservasi ini guna memamerkan kawasan tersebut sebagai tanda keberhasilan Indonesia dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Djamaluddin Suryohadikusumo, Menteri Kehutanan era Soeharto selalu mengajak tamu negara yang ingin melihat pengelolaan hutan di Indonesia ke kawasan ini. Misalnya, Ratu Beatrix dari Belanda, tercatat pernah mengunjungi bukit soeharto.

Melekatnya nama “Soeharto” di bukit yang memiliki ekosistem hutan tropis rendah ini membuat para pelaku usaha yang mendapatkan konsesi HPH (Hak Pengusahaan Hutan) ini ciut nyalinya untuk menyentuh kawasan ini.

Di kawasan Bukit Soeharto, reboisasi dijalankan dengan baik sehingga keberhasilannya mencapai hampir sempurna.

Hilang Wibawa Pasca-Orde Baru

Berdasarkan SK Menteri Kehutanan nomor SK.577/Menhut-II/2009, Tahura Bukit Soeharto ditetapkan sebagai hutan konservasi dengan status kawasan pelestarian alam.

Merujuk UU Kehutanan, status hutan konservasi ini berada di posisi tertinggi dimana hutan lindung dan produksi berada di bawah hutan konservasi.

Celakanya, pasca Orde Baru, potret konservasi hutan di kawasan Bukit Soeharto mulai menurun. Kawasan ini dalam perkembangannya telah mengalami deforestasi dan degradasi hutan besar-besaran.

Kebakaran, perambahan dan pembalakan liar, dan pemanfaatan hutan di luar ketentuan secara ilegal sering terjadi di kawasan ini. Pasca Soeharto runtuh, kawasan Bukit Soeharto perlahan juga hilang wibawanya.

Akibatnya, menurut catatan Balai Pemantapan Kawasan Hutan memperlihatkan, sebagian besar Kawasan Bukit Soeharto ini telah didominasi oleh padang alang-alang dan semak belukar sebesar 56,39 persen. 

Sementara itu, hutan tinggal tersisa 15,99 persen, sedangkan penggunaan lahan lainnya seperti pemukiman, kebun, lahan terbuka dan lain-lain sebesar 27,6 persen.

Adanya status hutan konversi pada Kawasan Bukit Soeharto ini bukan tak mungkin justru menjadi tantangan bagi pemerintah pusat untuk hadir dan mengelola kawasan tersebut secara langsung.

Jika kawasan ini dijadikan sebagai ibukota baru, mungkin pembangunan istana baru di ibukota baru ini bakalan mengingatkan kita pada Istana Bogor dan ide Thomas Raffles membangun sebuah kebun yang kini dikenal sebagai Kebun Raya Bogor. Hanya saja kebun raya istana baru kali ini ialah Tahura Bukit Soeharto.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CityView

Demi Bangun IKN Nusantara, Kementerian PUPR Kirim 25 Orang ke Korsel Belajar Smart City

Published

on

IKN Nusantara

Kementerian PUPR mengirim 25 orang untuk belajar smart city concept untuk diterapkan di IKN Nusantara ke Korea Selatan. Negara ini dipilih karena dianggap sukses dengan program pemindahan ibukota barunya yang menerapkan banyak konsep smart city.

Pemerintah terus mematangkan berbagai rencana, konsep, hingga berbagai hal teknis terkait pengembangan ibukota negara (IKN) Nusantara. Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Diana Kusumastuti, Kementerian PUPR akan menjadi institusi tumpuan awal pembangunan IKN dan karena itu banyak hal yang hasur dipersiapkan khususnya terkait SDM yang andal dan kompeten.

“Dibutuhkan banyak SDM yang bukan hanya andal tapi berintegritas dalam pelaksanaan penyelenggaraan pembangunan IKN Nusantara dan itu menjadi agenda yang wajib dilakukan. Untuk itu kami melakukan terobosan dengan menyiapkan dan mengirim insan Kementerian PUPR untuk belajar pengembangan IKN ke Korea Selatan,” ujarnya.

Baca Juga:

  1. Begini Upaya Pemerintah Atasi PMK pada Hewan Ternak Jelang Idul Adha
  2. 5 Tradisi Unik Idul Adha di Indonesia
  3. 5 Cara Menenangkan Hati yang Gelisah Menurut Islam

Korea Selatan dipilih karena termasuk negara yang berhasil dan mumpuni dalam membangun ibukota baru. Sharing pengalaman ini dibutuhkan untuk pengembangan IKN khususnya untuk penerapan lima teknologi baru yang telah sukses dilaksanakan di Korea Selatan.

Pelatihan awak Kementerian PUPR ini juga merupakan kerja sama teknis antara Kementerian PUPR dengan Ministry of Land, Infrastructure and Transport (MOLIT) Korea Selatan dalam rangka meningkatkan kapasitas pegawai Kementerian PUPR sebagai pelaksana pembangunan IKN. Pelatihan ini diikuti oleh 25 orang awak Kementerian PUPR yang akan berlangsung hingga akhir Agustus 2022.

Ke-25 orang ini dipilih dari 94 orang yang diusulkan dari delapan unit organisasi di Kementerian PUPR. Para peserta pelatihan ini terdiri dari 15 orang dengan latar pendidikan teknis dan 10 orang dengan latar pendidikan non teknis sehingga ada kolaborasi antara teknis dan non teknis dalam pengembangan IKN Nusantara.

“Pelatihan ini juga bukan pelatihan biasa. Peserta sudah harus memiliki dasar pengetahuan yang baik tentang smart city concept yang pro-IKN. Satuan Tugas (Satgas) IKN juga diharapkan dapat mengawal pelatihan ini dan mendampingi peserta agar konsep smart city IKN ini dapat terwujud di Indonesia,” imbuhnya.

Continue Reading

CityView

Perkenalkan Bubakan, Kampung Elite Para Tukang Bakso di Wonogiri

Published

on

Desa Bubakan

Diketahui, karena pidato dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Rapat Kerja Nasional PDIP Perjuangan pada Selasa (21/6/2022) menyebut kata tukang bakso, membuat profesi itu beberapa hari kebelakangan ini menjadi perbincangan hangat di meda sosial.

“Jadi ketika saya mau punya mantu nih, saya sudah bilang sama anak saya tiga (orang), awas loh kalau nyarinya yang kayak tukang bakso,” ungkap Megawati dalam pidatonya itu.

Hal ini pun langsung menimbulkan beragam reaksi dari para warganet. Mereka geram karena Megawati dianggap tidak simpati dalam melontarkan pernyataannya itu. Sementara itu, ada juga yang menilai itu hanya sebuah gurauan dan tidak mempermasalahkannya.

Berbicara mengenai tukang bakso, diketahui daerah penghasil bakso yang paling populer di Indonesia adalah Wonogiri. Jika kalian berkunjung ke desa Bubakan, Wonogiri akan dapat menyaksikkan kesuksesan para tukang bakso tersebut.

Baca Juga:

  1. Upaya Menjaga Identitas Asli Betawi Melalui Cagar Buah Condet
  2. Asal-usul Senayan, Tempat Adu Ketangkasan Berkuda yang Kini Jadi Jantung Jakarta
  3. Asal-usul Nama Ancol & Awal Mula Berdirinya di Indonesia

Sebab daerah itu merupakan kampung para tukang bakso wonogiri yang mencari rezeki di tanah rantau. Desa Bubakan pun saat ini dipenuhi dengan rumah mewah layaknya villa yang begitu megah.

Dibandingkan dengan kampung lainnya, kampung ini memang tampil lebih mencolok, seperti yang dimuat dari Tribun Solo. Di mana kalian bakal menemui rumah mewah dengan dua lantai di desa yang keberadaannya cukup pelosok itu.

Rumah mewah ini dapat menjadi bukti betapa suksesnya warga Bubakan di tanah perantauan dalam menjual bakso. Sekretaris Desa Bubakan, Suparto pun membenarkan 70 persen warganya merupakan perantauan.

“Penduduk Desa Bubakan ada sekitar 5 ribu orang, yang tersebar di 10 dusun. Dan mayoritas mereka adalah perantauan,” tuturnya.

Tak ayal jika rumah-rumah megah yang berdiri di desa itu nampak kosong. Hal ini dikarenakan pemiliknya yang meninggalkan rumah tersebut untuk merantau ke kota lain. Mereka biasanya hanya kembali ke desa untuk meronvasi rumah saja, setelah itu kembali lagi mencari nafkah dengan berjualan bakso di tanah rantau.

Di sisi lain, desa ini sebenarnya pada zaman dahulu merupakan desa yang tertinggal. Namun, seorang pengusaha asal Sukoharjo bernama Mbah Joyo mengajak warga desa untuk merantau pada tahun 1980 an. Hingga akhirnya mereka belajar membuat bakso dan jamu yang kemudian mendirikan usaha mereka sendiri-sendiri.

Continue Reading

CityView

Fenomena Klitih dan Munculnya Maskulinitas Semu

Published

on

ilustrasi gangster

Fenomena Klitih mengalami pergeseran makna dari sesuatu yang positif menjadi sesuatu yang negatif. Jika dulu klitih dimaknai sebagai cara untuk menghilangkan rasa kebosanan dengan berjalan-jalan di malam hari dengan teman-teman, saat ini klitih dimaknai sebagai tindakan atau aksi kriminal yang dilakukan oleh para remaja.

Fenomena ini cukup mirip dengan tawuran ataupun aksi begal, yang memakan korban. Begitupula dengan pelakunya, cukup mirip dengan pelaku aksi tawuran maupun begal, yaitu pelajar SMP-SMA.

Para pelaku juga biasanya melakukan klitih atau nglitih secara berkelompok, tidak ada yang melakukannya sendirian. Hal ini yang mendorong mereka untuk melakukan aksi-aksi yang lebih ekstrim seperti melukai orang.

Dalam tahapan perkembangan, masa remaja merupakan masa pencarian identitas diri serta pembentukan citra diri.

Biasanya mereka akan mencari kelompok-kelompok tertentu yang sesuai dengan minat mereka atau kelompok yang mereka anggap sebagai citra ideal bagi remaja untuk mendapatkan pengakuan.

Jika mereka mendapatkan pengakuan dari teman-teman kelompoknya, maka secara bertahap akan membentuk identitas dan citra mereka.

Hal ini akan membentuk perasaan diterima dalam sebuah kelompok (in-group) yang akan berpengaruh pada pembentukan citra diri.

Sebaliknya jika tidak mendapatkan pengakuan tersebut, mereka akan teralienasi dari kelompok remaja yang mereka anggap ideal (out-group) dan akan berdampak negatif pada pembentukan citra diri.

Dalam kelompok klitih, para remaja ini saling “mendorong” teman-teman kelompoknya untuk mendapatkan pengakuan tersebut.

Fenomena ini juga dapat dilihat dari bagaimana maskulinitas yang selalu disalahartikan sebagai citra ideal laki-laki.

Baca Juga:

  1. Reorganisasi dan Pembangunan Pasar Senen: Upaya Menata Ruang Kota Jakarta
  2. Sabung Ayam: Kebiasaan Aneh Mengadu Ayam ala Indonesia
  3. Menikmati Harmoni Jogja dengan Bersepeda

Masih banyak yang beranggapan bahwa citra masukulin laki-laki identik dengan kekerasan. Jika ingin menyelesaikan masalah antar laki-laki, sering disebut dengan “kita selesaikan secara laki-laki”.

Padahal sebenarnya tidak semua laki-laki memilih menyelesaikan masalah dengan kekerasan dan tidak semua laki-laki menginginkan penyelesaikan masalah dengan cara kekerasan.

Jika dikaitkan dengan bagaimana para remaja sedang dalam proses pembentukkan citra diri, masing-masing dari mereka pun berusaha untuk membentuk citra ideal maskulinitas yang masih disalahartikan tersebut.

Kebanyakan dari para pelaku klitih menyebutkan bahwa mereka merasa terdorong untuk mendapatkan pengakuan sebagai sekolah atau kelompok yang paling kuat.

Tentu saja jika pemahaman mengenai maskulinitas masih disalahartikan fenomena ini tidak akan berkurang. Sebab, dorongan atau paksaan dari lingkungan dapat menyebabkan remaja laki-laki ini pada akhirnya mengikuti ajakan kelompok mayoritas kareana ketakutannya ketika nanti menjadi korban rundungan. Mereka yang tidak ikut “nglitih” akan dianggap kurang laki-laki dan akan mengalami perundungan.

Hal ini tentunya dapat berdampak pada citra diri remaja laki-laki tersebut. Selain itu, pada dasarnya banyak juga laki-laki yang tidak bisa menunjukkan citra ideal maskulinitas, sehingga mereka dianggap ‘lemah’ oleh orang lain dan bahkan mereka sendiri merasa tertekan karena ‘gagal’ memenuhi tuntutan ideal tersebut.

Sehingga salah satu cara menunjukkan mereka masih punya ‘power’ atau masih bisa disebut sebagai laki-laki, salah satunya lewat kekerasan ataupun mengikuti perkumpulan yang dinilai memiliki “power” sebagai wujud pembuktian dirinya.

Bagaimana mencegah hal-hal seperti ini terjadi lagi di kemudian hari? Saat ini hukuman yang didapatkan oleh para pelaku klitih pun seolah tidak ada efek jera, karena mereka (pelaku) atau bahkan lingkungan beranggapan perilaku ini merupakan kenakalan remaja pada umumnya.

Padahal sebenarnya fenomena ini perlu dibenahi dari akarnya, yaitu citra maskulinitas yang keliru. Selain itu, pendekatan yang menyeluruh, artinya ikut melibatkan lingkungan keluarga, sekolah, dan juga pemerintah perlu dilakukan.

Hal ini tentu saja untuk membantu pelaku dan juga masyarakat lain lebih memahami mengenai kekerasan itu sendiri dan juga masing-masing dari kita bisa lebih menghargai dan menjaga satu sama lain.

Tentunya dengan menyadari betul apa yang sedang terjadi dan memahami bahwa yang terjadi saat ini bukan hanya seolah kenakalan remaja yang ‘salah gaul’. Kita perlu mulai berefleksi mulai dari diri sendiri. 

Caranya sederhana saja, jika ada teman atau kenalan yang ingin bercerita (baik laki-laki ataupun perempuan), tidak perlu kita berkomentar negatif dan menisyaratkan bahwa bercerita merupakan tanda kelemahan yang sering kali diindentikkan dengan perempuan.  

Kita bisa mulai menghindari komentar-komentar yang berbau seksis terlebih dahulu lalu menularkan atau menurunkannya ke anak anak kita atau lingkungan kita.

Lalu ikut libatkan laki-laki untuk menurunkan angka kekerasan dan kejadian-kejadian seperti ini. Laki-laki juga merupakan agen perubahan perilaku.

Sehingga dalam hal ini mereka mampu memberikan contoh baik, bagaimana citra maskulin.

Misalnya terlibat dalam pengasuhan anak, berbagi peran dengan istri, bantu pekerjaan domestik ibu di rumah, dan lain-lain.

Continue Reading

Latest News

CityView6 bulan ago

Demi Bangun IKN Nusantara, Kementerian PUPR Kirim 25 Orang ke Korsel Belajar Smart City

Kementerian PUPR mengirim 25 orang untuk belajar smart city concept untuk diterapkan di IKN Nusantara ke Korea Selatan. Negara ini...

Kesehatan-Kecantikan6 bulan ago

Asam Jawa, Tanaman Pengundang Makhluk Halus yang Jadi Obat Tradisional Indonesia

Meskipun disebut dengan nama asam Jawa, pohon asam Jawa (Tamarindus indica) aslinya berasal dari benua Afrika. Orang-orang India mengembangkannya karena...

Hangout7 bulan ago

Sudah Ada Sejak Puluhan Tahun, Inilah 6 Tempat Makan Legendaris di Cikini

Cikini terletak di pusat kota Jakarta. Selain menjadi wilayah yang memiliki banyak sejarah, Cikini juga memiliki banyak tempat kuliner. Bahkan...

Properti7 bulan ago

Jadi Buruan Masyarakat Indonesia Selama Pandemi Covid-19, Ini Pengertian Hunian Private Cluster

Berbagai konsep hunian terus dihadirkan khususnya untuk mengantisipasi situasi pandemi. Perumahan mini real estat dengan jumlah unit terbatas lebih mudah...

Traveling7 bulan ago

Ramah untuk Wisatawan Muslim, Ini 4 Alasan Orang Indonesia Wajib Liburan ke Turki

Tempat wisata ramah muslim memiliki peluang menggiurkan saat ini. Sebab itulah beberapa negara sangat gencar menawarkan wisata jenis ini. Turki...

Pojok7 bulan ago

Tradisi Aji Ugi, Pergumulan Islam & Budaya yang Jadi Kebanggan Orang Bugis

Haji adalah salah satu rukun Islam yang kelima. Umat Islam juga meyakini bahwa haji adalah ibadah yang pahalanya berlipat ganda....

Infrastruktur7 bulan ago

Begini Rumitnya Konstruksi Tol Semarang-Demak, yang Sekaligus Tanggul Laut

Jalan tol Semarang-Demak dibangun dengan konstruksi khusus beberapa lapis di atas laut untuk juga menjadi tanggul laut sebagai antisipasi banjir...

Histori7 bulan ago

Asal-muasal Nama Depok, Tempat Pertapaan Prabu Siliwangi yang Kini Jadi Penyangga Ibu Kota

Selain merupakan Pusat Pemerintahan yang berbatasan langsung dengan Wilayah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Kota Depok juga merupakan wilayah penyangga...

Traveling7 bulan ago

Pulau Asu, The Paradise on Earth Asli Indonesia

Pulau Asu adalah pulau terpencil dalam Kepulauan Hinako dan merupakan salah satu pulau terluar Indonesia. Pulau Asu berada di wilayah...

Internasional7 bulan ago

Rusia Dinilai Sudah Menang Lawan Ukraina, Ini Buktinya

Pengamat militer dari lembaga think tank RUSI (Royal United Services Institute) di London, Inggris, Neil Melvin, menilai bahwa Rusia sudah...

Internasional7 bulan ago

Pemerintah Rusia Konfirmasi Zelensky Titip Pesan Khusus ke Putin Lewat Jokowi

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ternyata menitipkan pesan khusus kepada Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), untuk disampaikan ke Presiden...

Properti7 bulan ago

Inilah Standar Rumah Sehat Sesuai SNI

Pandemi Covid-19 yang kita jalani sejak awal tahun 2020 telah mengubah lifestyle hingga konsep rumah. Penerapan rumah yang sehat mutlak...

Nasional7 bulan ago

Beli Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi PeduliLindungi Diperpanjang Hingga 3 Bulan

Pemerintah berupaya untuk menemukan keseimbangan terkait pengendalian minyak goreng dari sisi hulu hingga hilir. Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang...

COVID-19Update7 bulan ago

Korea Utara Sebut Benda Alien di Perbatasan Korsel Sebagai Penyebab Pandemi Covid-19

Korea Utara mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait pandemi Covid-19. Mereka menyatakan wabah Covid-19 di negara mereka dimulai dari pasien yang menyentuh...

Internasional7 bulan ago

Serangan Dilakukan Acak, Wanita di AS Ditembak di Kepala saat Dorong Bayi

Sampai kini masih terus terjadi kasus penembakan maut di Amerika Serikat (AS). Bahkan, baru-baru ini kasus tersebut kembali terjadi hingga...

Nasional7 bulan ago

Ibu Iriana, Ibu Negara Pertama yang Kunjungi Ukraina

Untuk melihat situasi dan memberi dukuan terhadap Ukraina atas perang yang terjadi, beberapa pemimpin negera pun mengunjungi Kyiv. Bahkan, terbaru...

Lifestyle7 bulan ago

Anak Kecanduan Gadget? Simak 6 Tips Menghentikannya

Saat ini, anak-anak sudah menjadi lebih terbiasa bermain dengan gadget daripada bermain di luar. Mereka kecanduan game mobile, televisi, dan...

CityView7 bulan ago

Perkenalkan Bubakan, Kampung Elite Para Tukang Bakso di Wonogiri

Diketahui, karena pidato dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Rapat Kerja Nasional PDIP Perjuangan pada Selasa (21/6/2022) menyebut kata...

Hangout7 bulan ago

Museum PETA, Simbol Penghargaan untuk Pejuang Tanah Air

Museum PETA yang berada di Bogor merupakan destinasi wisata sejarah yang dapat kalian kunjungi untuk mengenang jasa para pahlawan Indonesia....

Bisnis7 bulan ago

Mantan Bos Bukalapak Ungkap Penyebab Ramai Perusahaan StartUp Tumbang

Perusahaan startup secara bersamaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya beberapa waktu lalu. Hal itu disebabkan kondisi ekonomi yang...

Teknologi7 bulan ago

Mulai 1 Juli 2022, Beli Pertalite Wajib Daftar di Aplikasi Pertamina

Mulai 1 Juli 2022, aplikasi My Pertamina bakal menjadi syarat bagi pembeli untuk mereka dapat membeli bahan bakar minyak (BBM)...

Sosial-Budaya7 bulan ago

Melacak Jejak Sirih dan Pinang, Budaya Nginang Masyarakat Indonesia

Tradisi nyirih kini hanya tersisa dalam sebuah masyarakat tradisional, yang notabene sedikit terpapar oleh proyek modernitas atau proses pembaratan secara...

CityView7 bulan ago

Fenomena Klitih dan Munculnya Maskulinitas Semu

Fenomena Klitih mengalami pergeseran makna dari sesuatu yang positif menjadi sesuatu yang negatif. Jika dulu klitih dimaknai sebagai cara untuk menghilangkan rasa...

Internasional7 bulan ago

Sebar Hoaks Tentang Operasi Militer Spesial ke Ukraina, Rusia Denda Google Rp18 Miliar

Google dikabarkan telah didenda senilai 68 juta rubel atau sekitar Rp 18 miliar oleh pengawas telekomunikasi Rusia, Roskomnadzor. Di mana...

Internasional7 bulan ago

Tiba di Jerman, Jokowi & Iriana Dapat Sambutan Meriah

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana beserta rombongan tiba di Munich International Airport, Munich, Jerman,...

Trending