NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo
Pengertian Malam Nuzulul Quran & 3 Amalan Terbaiknya - Portal Berita MyCity Depok
Connect with us

Religi

Pengertian Malam Nuzulul Quran & 3 Amalan Terbaiknya

Published

on

Malam Nuzulul Quran

Nuzulul Quran berasal dari bahasa Arab ‘Nuzul’ dan ‘Quran’ yang berarti diturunkannya Al Quran. Artinya, Nuzulul Quran adalah waktu saat diturunkannya Al-Quran.

Jadi, Nuzulul Quran merupakan peristiwa di mana kitab suci Al Quran pertama di turunkan ke muka bumi, yaitu kepada Nabi Muhammad SAW. Tentu ini menjadi peristiwa sejarah penting dalam Islam, di mana Rasulullah sebagai pilihan Nabi utusan Allah mendapatkan waktu kitab suci yang menjadi pedoman seluruh umat muslim dalam menjalankan kehidupan.

Dalam hal ini, malam Nuzulul Quran tiba pada saat malam Lailatul Qadar, atau malam seribu bulan yang jatuh pada bulan Ramadan. Terdapat berbagai macam teori dan pendapat yang menjelaskan tentang malam Nuzulul Quran ini. Di mana berbagai ulama memberikan tafsiran yang beragam mengenai kapan dan bagaimana proses turunnya Al Quran.

Baca Juga:

  1. Kiat Sukses Pengusaha Properti Bertahan Selama Pandemi
  2. Kisah Pengusaha Bangun Rumah Subsidi Demi Berdayakan Masyarakat Banjarmasin
  3. Keren, Bakal Ada Kota Mandiri di Bogor

Ini menjadi salah satu pengetahuan yang perlu dipahami oleh umat muslim. Dengan memahami peristiwa malam Nuzulul Quran dapat mendorong umat muslim untuk meningkatkan ibadah kepada Allah supaya mendapatkan keberkahan.

Hal pertama yang perlu dipahami dalam pembahasan ini adalah apa yang dimaksud dengan malam Nuzulul Quran. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa malam Nuzulul Quran adalah peristiwa di mana Alquran pertama kali diturunkan dan diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. Biasanya di Indonesia, Nuzulul Wuran diperingati setiap tanggal 17 Ramadan, tepatnya di malam hari.

Dalam hal ini, Nuzulul Quran sering kali diperingati dengan berbagai macam acara seperti pengajian, tahlil, khatam Alquran dan lain sebagainya. Bukan hanya sekedar peringatan momen bersejarah, malam Nuzulul Quran ini juga memberikan kesempatan bagi umat muslim untuk memperbanyak amalan guna mendapatkan berkah kebaikan di dalamnya.

Terdapat beberapa perbedaan pandangan mengenai proses turunnya Alquran atau Nuzulul Quran.

Teori pertama, di mana sebagian ulama menjelaskan bahwa Alquran turun dalam jumlah dan bentuk yang utuh dan komplit ke langit dunia (sama’ al-dunnya). Setelah itu, dari langit dunia barulah Alquran diturunkan ke bumi secara bertahap sesuai kebutuhan. Ada yang menyebutkan 20, 23, atau 25 tahun.

Teori kedua, sebagian ulama menyebutkan bahwa Al Quran diturunkan ke langit dunia selama 20 malam Lailatul Qadar atau selama 20 tahun. Dalam hal ini dapat dipahami, bahwa Alquran turun satu kali dalam setahun yaitu bertepatan pada malam Lailatul Qadar.

Teori ketiga, menyebutkan bahwa Alquran turun pertama kali pada malam Lailatul Qadare. Kemudian selanjutnya Alquran diturunkan ke bumi secara bertahap dalam waktu yang berbeda-beda.

Amalan di Malam Nuzulul Quran:

  1. Membaca Al-Quran

Membaca Al-Quran menjadi amalan yang dianjurkan pada malam Nuzulul Quran. Namun tidak hanya itu, umat muslim juga diwajibkan untuk tadabur atau memperhatikan dan menggali ayat-ayatnya yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Melaksanakan Salat Malam

Melaksanakan shalat malam merupakan amalan malam Nuzulul Quran yang dianjurkan untuk dilaksanakan. Salat malam yang biasa dikerjakan adalah shalat sunnah tahajud.

Dalam melaksanakan salat malam sebagai salah satu amalan malam Nuzulul Quran, diharuskan untuk tidur terlebih dahulu setelah melaksanakan salat tarawih. Pada malam sebelum sahur, umat muslim dapat menunaikan shalat malam.

  1. Iktikaf

Iktikaf merupakan amalan malam Nuzulul Quran yang dapat kamu lakukan. Iktikaf merupakan berdiam diri dan menjadi sarana introspeksi dalam Masjid dan beribadah semata-mata hanya kepada Allah SWT. Ibadah ini biasa dijalankan Nabi Muhammad SAW pada 10 hari terakhir di bulan Ramadan.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pojok

Kisah Rasulullah SAW Mudik ke Makkah di Bulan Ramadan

Published

on

By

Ilustrasi Rasulullah SAW mudik ke Makkah

Setiap menyambut lebaran, umat muslim di Indonesia selalu disibukkan dengan agenda mudik atau pulang ke kampung halaman. Mudik di pengujung Ramadan sudah menjadi tradisi tahunan meskipun mengeluarkan banyak tenaga dan materi.

Mudik atau pulang kampung menjadi tradisi tahunan (annual tradition) masyarakat Muslim di Indonesia setiap akhir bulan Ramadan. Mereka ‘bergerak’ dari kota ke desa atau dari kota ke kota lainnya. Tujuannya pun beragam, mulai dari mengunjungi orang tua, menjalin silaturahim dengan sanak saudara hingga ‘napak tilas’ masa kecil.

Mudik sudah menjadi tradisi yang mengurat dan mengakar bagi masyarakat Muslim Indonesia. Setiap menjelang hari raya Idul Fitri, mereka meninggalkan rutinitasnya di tanah perantauan dan berbondong-bondong menuju kampung halamannya. Tradisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, di Indonesia. Entah siapa yang memulainya.

Baca Juga:

  1. Pasar Bolu, Pasar Kerbau Terbesar di Dunia
  2. Bukan Hanya Soto, Ini 5 Destinasi Wisata Cantik di Lamongan
  3. Pantai Papuma, Mahkota Terindah dari Jember

Tak hanya umat muslim di Indonesia, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (SAW) juga pernah ‘mudik’ ke Mekkah pada bulan Ramadan.

Rasulullah pulang kampung ke Makkah setelah delapan tahun meninggalkan kampung halamannya itu pada tanggal 10 Ramadhan abad ke-8 Hijriyah atau bertepatan dengan 8 Juni 632 M. Memang, konteks dan misi mudik yang dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya dengan masyarakat masyarakat Muslim saat ini agak sedikit berbeda.

Rasulullah dan sahabatnya mudik untuk melakukan penaklukkan Makkah (Fathu Makkah), bukan hanya sekedar pulang kampung biasa. Di dalam bukunya Pengantin Ramadhan, Muchlis Hanafi menyebutkan bahwa Rasulullah ‘mudik’ ke Makkah selama 19 hari.

Dengan demikian Rasulullah dan para sahabatnya merayakan hari raya Idul Fitri ke-6 (puasa Ramadhan diwajibkan kepada umat Islam mulai abad ke-2 Hijriyah) di Makkah, di kampung halamannya.

Ketika ‘mudik’ tersebut, Rasulullah membuktikan bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin. Beliau memaafkan semua musuh-musuh yang dulu menentang dakwah Islam. Beliau juga menghancurkan semua berhala di area Ka’bah yang menjadi sesembahan warga Makkah.

Total, ada 360 berhala yang dimusnahkan Rasulullah dan para sahabatnya. Termasuk tiga berhala yang paling terkenal dan paling besar; Hubal, al-Latta, dan al-Uzza.

“Nabi mengumumkan bahwa setiap orang di seluruh kota yang memiliki berhala di rumahnya agar segera dihancurkan,” kata Marting Ling di dalam bukunya Muhammad: Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik.

Setelah selesai dengan semua urusannya di Makkah, Rasulullah kembali ke kampung halamannya yang kedua, Madinah.

“Tidak ada lagi hijrah ke Madinah sejak kemenangan di Makkah, yang ada tinggal niat tulus (melakukan kebajikan) disertai jihad (perjuangan mewujudkannya),” kata Rasulullah dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim.

Demikian lah ketika seseorang mudik ke kampung halamannya, maka hendaknya mereka menebarkan kebaikan, kebahagiaan, dan kedamaian –sebagaimana yang Rasulullah lakukan pada saat ‘mudik’ di Makkah dalam peristiwa Fathu Makkah, bukan malah menyebarkan virus keburukan dan hal negatif lainnya.

Continue Reading

Pojok

Bikin Merinding, Ini 6 Fakta Menarik Sumur Zam-Zam yang Jarang Diketahui

Published

on

By

Sumur Zam-zam

Salah satu keajaiban Islam yang paling abadi, yaitu sumur zamzam yang pertama kali menyembur keluar sekitar 4.500 tahun yang lalu.

Kala itu, Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim, saat putus asa mencari air untuk putranya yang masih bayi yakni Ismail, berlari di antara bukit Safa dan Marwa di Makkah tujuh kali.

Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim, saat putus asa mencari air untuk putranya yang masih bayi yakni Ismail, berlari di antara bukit Safa dan Marwa di Makkah tujuh kali.

Baca Juga:

  1. Kehidupan Homo Bataviens, Mereka yang Beradaptasi di Batavia
  2. Dari Zaman Kompeni Sampai Revolusi, Ini Sederet Fakta Tentang Masyarakat Indis
  3. Kala Kota Jakarta Jadi Lubang Kubur Manusia

Berjalan di antara bukit yang sama tujuh kali sekarang menjadi salah satu ritual haji dan umrah. Sekitar 4.500 tahun telah berlalu, dan tidak ada penipisan air zamzam yang terus mengalir tanpa henti, serta membawa kelegaan bagi jutaan umat Islam.

Menurut profesor geologi, Abbas Sharaqi air di sumur zamzam di Mekah tidak pernah kering karena terhubung dengan sumber air tanah terbarukan.

“Air Zamzam adalah air terbarukan. Sumber airnya berasal dari hujan di Mekkah. Mekah adalah daerah pegunungan dan salah satu lembahnya berisi lembah Ibrahim yang menampung sumur zamzam di dataran rendah,” ujar Sharaqi.

Ia menjelaskan terdapat 14 meter endapan sungai yang terbentuk oleh air hujan di pegunungan yang turun ke daratan rendah dan berubah menjadi sedimen.

  1. Berusia 4.000 tahun

Mengutip Arab News, sejarawan dan ahli geologi sepakat bahwa sumur Zamzam, yang terletak hanya 20 meter di sebelah timur Ka’bah di Masjidil Haram, berusia setidaknya 4.000 tahun.

Umat Muslim percaya sumur itu dibangun di atas mata air yang memancar secara ajaib untuk meringankan penderitaan Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim, dan putranya Ismail yang kehausan di tengah padang pasir.

Sahih Al-Bukhari abad ke-9, yang dianggap sebagai kumpulan hadits paling terpercaya, mencatat ucapan dan ajaran Nabi Muhammad yang menceritakan bagaimana Hajar berlari tujuh kali antara bukit Safa dan Marwa untuk mencari air. Kemudian Malaikat Jibril muncul dan menciptakan air mengalir dari tanah tandus.

  1. Memiliki arti “berhenti mengalir”

Menurut Pusat Studi dan Penelitian Zamzam di Arab Saudi, nama Zamzam berasal dari frasa Zome Zome, yang berarti ‘berhenti mengalir,’. Kalimat itu diucapkan Hajar ketika kewalahan melihat mata air ajaib yang terus memancarkan air tanpa henti.

Seiring berjalannya waktu, daerah sekitar sumur menjadi tempat peristirahatan kafilah, yang akhirnya berkembang menjadi kota Makkah, yang pada tahun 570 M menjadi tempat kelahiran Nabi Muhammad.

  1. Mengalirkan 18,5 liter air per detik

Pada mulanya, air ditimba dari sumur secara tradisional menggunakan ember. Namun, sekarang ada pompa listrik yang dapat menyedot hingga 18,5 liter air per detik. Corong tua sumur, lengkap dengan katrol dan ember yang digunakan di masa lalu, sekarang di pamerkan di Pameran Arsitektur Dua Masjid Suci di Mekkah.

  1. Sumur yang tidak pernah kering

Setiap tahun, ada jutaan jamaah haji dan umrah yang mengunjungi Mekkah dan meminum air Zamzam. Meski demikian, sumur tidak pernah kering, terlepas dari kondisi curah hujan dan terus meningkatnya jumlah peziarah.

Saat ini, pemantauan tingkat air di sumur dan akuifer sekitarnya menjadi tanggung jawab Pusat Studi dan Penelitian Zamzam Saudi.

  1. Ada pengecekan sampel air Zamzam setiap hari

Demi memastikan air Zamzam memenuhi standar internasional tertinggi untuk air minum, ada pengecekan 100 sampel acak setiap hari. Sampel tersebut diuji kemurnian mikrobiologis dan kimianya di laboratorium di dalam Masjidil Haram.

  1. Ada robot yang mendistribusikan air Zamzam

Saat jam-jam sibuk, ada staf Masjidil Haram yang membagikan air Zamzam ke jamaah. Pada awal 2022, Masjidil Haram mulai melakukan uji coba penggunaan robot pintar yang mendistribusikan botol-botol berisi air Zamzam ke jamaah masjid. Sekali jalan, robot tersebut bisa membawa 30 botol.

Continue Reading

Pojok

Inilah Doa yang Dibaca Rasulullah SAW & 7 Amalan Malam Lailatul Qadar

Published

on

By

Doa Malam Lailatul Qadar

Doa lailatul qadar merupakan doa yang bisa dipanjatkan untuk mendapatkan malam yang istimewa ini. Lailatul qadar merupakan malam yang paling mulia di bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya.

Memperbanyak doa dan amalan malam Lailatul Qadar sangat dianjurkan di sepuluh hari Ramadhan yang terakhir. Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh keistimewaan. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan melakukan amalan lain di malam ini.

Datangnya Lailatul Qadar menjadi rahasia Allah SWT. Namun demikian, rasulullah SAW melalui beberapa hadits riwayat menganjurkan untuk mendekatkan diri kepada-Nya di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Baca Juga:

  1. Peran Sunan Gresik, Si Kakek Bantal dalam Membangun Sistem Irigasi di Tanah Jawa
  2. Ini Alasan Mengapa Tidak Ada Jalan Hayam Wuruk dan Gajah Mada di Jawa Barat
  3. Gajah Mada dan Noda di balik Puncak Kejayaan Majapahit

Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah SAW mengistimewakan 10 malam terakhir di bulan Ramadhan dengan beribadah sungguh-sungguh.

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, dia berkata:

كَانَ رَسُوْلُ اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِيغَيْرِهَا

Artinya: “Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) malam kesepuluh (terakhir) yang tidak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya.” (HR. Muslim)

Rasulullah SAW memperbanyak doa dan amalan di malam Lailatul Qadar. Dalam hadits nabi SAW yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dikutip dari Kitab Riyadhus Shalihin Imam an-Nawawi, Aisyah RA berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya: “Wahai Rasulullah, bagaimana bila aku mengetahui malam Lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan?” Beliau (Rasulullah SAW) menjawab, “Ucapkanlah, Allahuma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Ya, Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan suka memberi maaf, maka maafkanlah aku)’.” (HR. at-Tirmidzi)

Doa Lailatul Qadar yang dibaca Rasulullah SAW:

اللَّـهُـمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُـحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Doa lailatul qadar latin
Allaahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii

Artinya:
Ya Allah, sesungguhnya Engkau Zat yang Maha Pemaaf dan Pemurah, maka maafkanlah aku.

Amalan Malam Lailatul Qadar:

  1. Itikaf

Dr. Ahmad Abdurrazaq Al-Kubaisi dalam bukunya Itikaf Penting dan Perlu mengatakan, itikaf berasal dari bahasa Arab ‘akafa yang bermakna menetap, mengurung diri atau terhalangi. Menurut istilah syar’i masyhur di kalangan ulama dan fuqaha, itikaf adalah menetap atau berdiam dalam masjid disertai puasa dan adanya niat.

Perintah itikaf disebutkan dalam Al Quran surat Al-Baqarah ayat 125

وَإِذْ جَعَلْنَا ٱلْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَٱتَّخِذُوا۟ مِن مَّقَامِ إِبْرَٰهِۦمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِۦمَ وَإِسْمَٰعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْعَٰكِفِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ

Artinya:” Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”.

Beberapa riwayat mengatakan, dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, sholawat atas nabi Muhammad SAW, tilawah Al Quran, membaca tafsir dan amaliah-amaliah ibadah lainnya. Tak lupa tetap menjaga kesucian diri selama beritikaf.

  1. Membaca doa Lailatul Qadar

Ustadz Hanan Attaki sebagaimana dipaparkan dalam detikKultum bersama Ustadz Hannan Attaki: Malam Puncak Lailatul Qadar menyebutkan bahwa salah satu amalan yang dilakukan untuk menyambut malam Lailatul Qadar adalam membaca doa.

Doa yang dimaksudkan adalah doa Lailatul Qadar sebagaimana dalam hadits nabi SAW yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dikutip dari Kitab Riyadhus Shalihin Imam an-Nawawi, Aisyah RA berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya: “Wahai Rasulullah, bagaimana bila aku mengetahui malam Lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan?” Beliau (Rasulullah SAW) menjawab, “Ucapkanlah, Allahuma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Ya, Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan suka memberi maaf, maka maafkanlah aku)’.” (HR. at-Tirmidzi)

  1. Mendirikan sholat (Qiyamul Lail)

Amalan lain yang dianjurkan dalam menyambut malam Lailatul Qadar adalah melaksanakan ibadah sholat. Sebagaimana sabda nabi SAW yang artinya,

“Barang siapa yang menghidupkan Lailatul Qadar dengan penuh iman dan muhasabah, dosanya yang telah lalu akan diampuni” (HR. Ahmad/Tabrani)

Arif M. Riswanto dalam Mukjizat Lailatul Qadar mengartikan hadits tersebut sebagai anjuran untuk melaksanakan sholat.

Anjuran ini diperkuat oleh Said ibn Al-Mussayab, dia berkata “Barang siapa yang shalat isya pada Lailatul Qadar, berarti dia telah mendapatkan bagiannya”

  1. Sholawat atas nabi SAW

Sholawat merupakan salah satu amalan yang memiliki keutamaan luar biasa. Disebutkan dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW akan memberikan syafaat paling banyak kepada orang yang bersholawat padanya.

أَوْلَى النَّاسِ بِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً

Artinya: “Orang yang paling berhak mendapatkan syafa’atku di hari kiamat adalah orang yang paling banyak bersholawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi)

Allah SWT juga telah memerintahkan hamba-Nya untuk bersholawat kepada Nabi SAW. Sebagaimana firman-Nya dalam Q.S Al Ahzab ayat 56 sebagai berikut:

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Artinya:”Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

  1. Membaca Al Quran

Selama di bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk membaca Al Quran hingga khatam. Sebagaimana diterangkan oleh hadits nabi SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari,

وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ

Artinya: “Jibril menemuinya pada tiap malam malam bulan Ramadhan, dan dia (Jibril) bertadarus Al-Quran bersamanya.” (H.R. Bukhari)

Allah SWT juga telah berfirman dalam Q.S Al Isra ayat 82, Dia mengatakan orang yang membaca Al Quran akan memberikan ketenangan jiwa dan membersihkannya dari penyakit hati.

نُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Artinya: “Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.”

  1. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar

Rabi’ Abdur Rauf Az-Zawawi dalam bukunya Al-Baqiyatus Shalihat mengatakan Dzikir merupakan salah satu amalan abadi yang tidak merugikan. Orang-orang yang berdzikir adalah orang yang dibanggakan oleh Allah SWT di hadapan para malaikat.

Dijelaskan dalam buku tersebut bahwa sesungguhnya di antara orang-orang yang bertakwa yang paling mulia di sisi Allah SWT adalah orang yang lisannya senantiasa basah oleh dzikir. Dzikir juga akan mendatangkan sholawat dari Allah SWT dan para malaikat.

  1. Memperbanyak Sedekah

Malam penuh kemuliaan ini sudah semestinya disambut dengan amalan-amalan yang mulia seperti sedekah. Sedekah merupakan salah satu bentuk ungkapan syukur atas nikmat Allah SWT.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, sedekah memiliki banyak keutamaan. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap ruas tulang manusia harus disedekahi setiap hari di saat terbitnya matahari: berbuat adil terhadap dua orang (mendamaikan) adalah sedekah; menolong seseorang naik kendaraannya, membimbingnya, dan mengangkat barang bawaannya adalah sedekah, ucapan yang baik adalah sedekah; Berkata yang baik juga termasuk sedekah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan sholat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Continue Reading

Latest News

CityView7 bulan ago

Demi Bangun IKN Nusantara, Kementerian PUPR Kirim 25 Orang ke Korsel Belajar Smart City

Kementerian PUPR mengirim 25 orang untuk belajar smart city concept untuk diterapkan di IKN Nusantara ke Korea Selatan. Negara ini...

Kesehatan-Kecantikan7 bulan ago

Asam Jawa, Tanaman Pengundang Makhluk Halus yang Jadi Obat Tradisional Indonesia

Meskipun disebut dengan nama asam Jawa, pohon asam Jawa (Tamarindus indica) aslinya berasal dari benua Afrika. Orang-orang India mengembangkannya karena...

Hangout7 bulan ago

Sudah Ada Sejak Puluhan Tahun, Inilah 6 Tempat Makan Legendaris di Cikini

Cikini terletak di pusat kota Jakarta. Selain menjadi wilayah yang memiliki banyak sejarah, Cikini juga memiliki banyak tempat kuliner. Bahkan...

Properti7 bulan ago

Jadi Buruan Masyarakat Indonesia Selama Pandemi Covid-19, Ini Pengertian Hunian Private Cluster

Berbagai konsep hunian terus dihadirkan khususnya untuk mengantisipasi situasi pandemi. Perumahan mini real estat dengan jumlah unit terbatas lebih mudah...

Traveling7 bulan ago

Ramah untuk Wisatawan Muslim, Ini 4 Alasan Orang Indonesia Wajib Liburan ke Turki

Tempat wisata ramah muslim memiliki peluang menggiurkan saat ini. Sebab itulah beberapa negara sangat gencar menawarkan wisata jenis ini. Turki...

Pojok7 bulan ago

Tradisi Aji Ugi, Pergumulan Islam & Budaya yang Jadi Kebanggan Orang Bugis

Haji adalah salah satu rukun Islam yang kelima. Umat Islam juga meyakini bahwa haji adalah ibadah yang pahalanya berlipat ganda....

Infrastruktur7 bulan ago

Begini Rumitnya Konstruksi Tol Semarang-Demak, yang Sekaligus Tanggul Laut

Jalan tol Semarang-Demak dibangun dengan konstruksi khusus beberapa lapis di atas laut untuk juga menjadi tanggul laut sebagai antisipasi banjir...

Histori7 bulan ago

Asal-muasal Nama Depok, Tempat Pertapaan Prabu Siliwangi yang Kini Jadi Penyangga Ibu Kota

Selain merupakan Pusat Pemerintahan yang berbatasan langsung dengan Wilayah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Kota Depok juga merupakan wilayah penyangga...

Traveling7 bulan ago

Pulau Asu, The Paradise on Earth Asli Indonesia

Pulau Asu adalah pulau terpencil dalam Kepulauan Hinako dan merupakan salah satu pulau terluar Indonesia. Pulau Asu berada di wilayah...

Internasional7 bulan ago

Rusia Dinilai Sudah Menang Lawan Ukraina, Ini Buktinya

Pengamat militer dari lembaga think tank RUSI (Royal United Services Institute) di London, Inggris, Neil Melvin, menilai bahwa Rusia sudah...

Internasional7 bulan ago

Pemerintah Rusia Konfirmasi Zelensky Titip Pesan Khusus ke Putin Lewat Jokowi

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ternyata menitipkan pesan khusus kepada Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), untuk disampaikan ke Presiden...

Properti7 bulan ago

Inilah Standar Rumah Sehat Sesuai SNI

Pandemi Covid-19 yang kita jalani sejak awal tahun 2020 telah mengubah lifestyle hingga konsep rumah. Penerapan rumah yang sehat mutlak...

Nasional7 bulan ago

Beli Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi PeduliLindungi Diperpanjang Hingga 3 Bulan

Pemerintah berupaya untuk menemukan keseimbangan terkait pengendalian minyak goreng dari sisi hulu hingga hilir. Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang...

COVID-19Update7 bulan ago

Korea Utara Sebut Benda Alien di Perbatasan Korsel Sebagai Penyebab Pandemi Covid-19

Korea Utara mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait pandemi Covid-19. Mereka menyatakan wabah Covid-19 di negara mereka dimulai dari pasien yang menyentuh...

Internasional7 bulan ago

Serangan Dilakukan Acak, Wanita di AS Ditembak di Kepala saat Dorong Bayi

Sampai kini masih terus terjadi kasus penembakan maut di Amerika Serikat (AS). Bahkan, baru-baru ini kasus tersebut kembali terjadi hingga...

Nasional7 bulan ago

Ibu Iriana, Ibu Negara Pertama yang Kunjungi Ukraina

Untuk melihat situasi dan memberi dukuan terhadap Ukraina atas perang yang terjadi, beberapa pemimpin negera pun mengunjungi Kyiv. Bahkan, terbaru...

Lifestyle7 bulan ago

Anak Kecanduan Gadget? Simak 6 Tips Menghentikannya

Saat ini, anak-anak sudah menjadi lebih terbiasa bermain dengan gadget daripada bermain di luar. Mereka kecanduan game mobile, televisi, dan...

CityView7 bulan ago

Perkenalkan Bubakan, Kampung Elite Para Tukang Bakso di Wonogiri

Diketahui, karena pidato dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Rapat Kerja Nasional PDIP Perjuangan pada Selasa (21/6/2022) menyebut kata...

Hangout7 bulan ago

Museum PETA, Simbol Penghargaan untuk Pejuang Tanah Air

Museum PETA yang berada di Bogor merupakan destinasi wisata sejarah yang dapat kalian kunjungi untuk mengenang jasa para pahlawan Indonesia....

Bisnis7 bulan ago

Mantan Bos Bukalapak Ungkap Penyebab Ramai Perusahaan StartUp Tumbang

Perusahaan startup secara bersamaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya beberapa waktu lalu. Hal itu disebabkan kondisi ekonomi yang...

Teknologi7 bulan ago

Mulai 1 Juli 2022, Beli Pertalite Wajib Daftar di Aplikasi Pertamina

Mulai 1 Juli 2022, aplikasi My Pertamina bakal menjadi syarat bagi pembeli untuk mereka dapat membeli bahan bakar minyak (BBM)...

Sosial-Budaya7 bulan ago

Melacak Jejak Sirih dan Pinang, Budaya Nginang Masyarakat Indonesia

Tradisi nyirih kini hanya tersisa dalam sebuah masyarakat tradisional, yang notabene sedikit terpapar oleh proyek modernitas atau proses pembaratan secara...

CityView7 bulan ago

Fenomena Klitih dan Munculnya Maskulinitas Semu

Fenomena Klitih mengalami pergeseran makna dari sesuatu yang positif menjadi sesuatu yang negatif. Jika dulu klitih dimaknai sebagai cara untuk menghilangkan rasa...

Internasional7 bulan ago

Sebar Hoaks Tentang Operasi Militer Spesial ke Ukraina, Rusia Denda Google Rp18 Miliar

Google dikabarkan telah didenda senilai 68 juta rubel atau sekitar Rp 18 miliar oleh pengawas telekomunikasi Rusia, Roskomnadzor. Di mana...

Internasional7 bulan ago

Tiba di Jerman, Jokowi & Iriana Dapat Sambutan Meriah

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana beserta rombongan tiba di Munich International Airport, Munich, Jerman,...

Trending