NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo
Kain Khas Indonesia Itu Bernama Batik - Portal Berita MyCity Depok
Connect with us

Heritage

Kain Khas Indonesia Itu Bernama Batik

Published

on

ilustrasi membatik

Menilik sejarah perkembangan manusia, tidak akan lepas dari kebutuhan akan sandang. Seringkali ketika kita menelaah kehidupan purba yang identik dengan keprimitifan, banyak dijumpai penggambaran ataupun diorama manusia yang hanya berbusana menutupi kemaluan sambil memegang sebatang kayu berukuran sedang sejenis kentongan untuk berburu.

Manusia dari ujung timur dan barat tentu memiliki cara yang berbeda dalam menyikapi problematika alamiah yang mempengaruhi pula cara mereka dalam membudayakan suatu jenis penutup ragawinya.

Daerah dengan kondisi iklimatis yang cenderung dingin memaksa kelompok yang mendiaminya untuk selalu menggunakan pakaian hangat sebagai alat penjaga suhu tubuh.

Sebaliknya, orang orang yang tinggal di tempat tempat dengan penyinaran matahari maksimum seperti di daerah gurun, pantai ataupun daerah beriklim tropis, akan cenderung lebih terbuka atau berbusana dengan kain halus nan tipis. Hal ini memicu timbulnya suatu ciri dan karakter khusus yang menunjukkan kebudayaan tempat asal usul seseorang. Busana dan budaya.

Banyak sekali definisi filosofis tentang batik karena setiap motif dari masing masing daerah terkadang memiliki perbedaan makna serta maksud tersirat dari polanya yang terbentuk.

Ada anggapan bahwa akhiran “tik” dari kata batik berasal dari kata “menitik, menetes”.

Di sisi lain, perkataan batik dalam bahasa Jawa (Kromo) berarti ‘serat’ dan dalam bahasa Jawa (Ngoko) berarti ‘tulis’. Kesimpulannya, batik dapat diartikan ‘melukis dengan (menitik) lilin’.

Batik sebagai ragam busana yang telah berpredikat budaya nasional, mempunyai kekuatan tersendiri dalam memposisikan statusnya ditengah keragaman masyarakat Indonesia, meski awalnya adalah eks budaya jawa masa silam.

Sekali lagi Indonesia, lebih tepatnya masyarakat Indonesia, dimanjakan dengan alat pemersatu antar strata yang membentuk suatu identitas nasional. Sedangkan dari kacamata global, batik tampil sebagai warna khas Indonesia dibalik kekayaan suku, ras, dan agama yang membentuk kesatuan bernegara ini. Dinamika juga problematika.

Baca Juga:

  1. Pesona Pacitan, Kota Pemilik 1001 Gua
  2. Polemik Bahasa Melayu Jadi Bahasa Resmi ASEAN, Harusnya Sudah Tidak Kaget Lagi
  3. Hendak Diklaim Malaysia, Begini Sejarah Reog Ponorogo di Indonesia

Sekitar kurang lebih satu dekade setelah dua pulau indah di ujung utara borneo, sipadan dan ligitan yang akhirnya menjadi anggota kepulauan Malaysia, kasus serupa hampir saja terulang.

Namun terdapat perbedaan sengketa, jika sebelumnya anggota fisik nusantara yang tercuri akibat dari kelengahan kita sendiri, sekarang yang terancam adalah budaya nasional yakni batik.

Malaysia sempat akan mengklaim beberapa motif batik, hal ini pun sangat meresahkan para perajin batik di nusantara. Masalahnya adalah jika Malaysia berhasil mendapat klaim atas benda bernilai ekspor rata rata 125 dollar per tahun ini, pesaing pangsa pasar ekspor mereka tidak lagi hanya dari dalam negeri.

Angka yang bombastis itu terhimpun dari sekitar kurang lebih dua juta pengusaha batik yang terdata mulai dari usaha kecil menengah hingga pemain eksportir besar. Lalu bagaimana negara menyikapi?

Tidak begitu lama, pemerintah pada tanggal 3 September 2008 menominasikan batik kepada UNESCO sebagai Representative List of Intangible Cultural Heritage (Jajaran daftar representatif budaya tak benda warisan manusia) lalu diterima oleh UNESCO pada 9 Januari 2009 untuk melalui proses lanjutan dan akhirnya dikukuhkan secara resmi pada 2 Oktober 2009 tepatnya di Abu Dhabi, Uni Emirat.

Upaya protektif yang dilakukan pemerintah pada masa presiden SBY ini perlu diakui cukup efektif dan responsif dalam menanggapi isu kekinian kala itu yang meresahkan masyarakat.

Selain itu, tanggal 2 Oktober juga diresmikan oleh presiden SBY sebagai hari batik. Hal ini tentu menjadi dukungan moril tersendiri untuk seluruh penggemar batik khususnya pelaku usaha batik.

Salah seorang perajin batik pekalongan yang juga tergabung dalam Forum Masyarakat Batik Indonesia di Jakarta mengatakan bahwa saat ini bukan lagi waktu bagi perajin batik untuk berkompetisi, namun justru dari mereka inilah terjaganya sebuah eksistensi batik di kancah Internasional.

Serpihan kisah batik di tahun 2005 – 2009 an itu memberi banyak pelajaran tentang bagaimana bangsa ini menjaga sekaligus menggunakan budaya sebagai kekuatan pemersatu. Namun di sisi lain juga masih banyak menyisakan pertanyaan seputar ke-eksis-an batik di dunia kawula muda masa kini.

Rentang pengertian anak muda masa kini dapat kita anggap mereka yang lahir disekitar tahun 2000an pasca reformasi, atau lebih dikenal dengan generasi milenial.

Intervensi budaya asing yang kian dalam memasuki setiap aspek dan jenjang kehidupan masyarakat, mulai dari balita, anak anak, remaja, bahkan orang orang dewasa, melalui internetisasi sistem informasi dan komunikasi sangat eksplisit namun gesit dalam menggiring mereka yang awam akan stigmatisasi kemajuan mode modern namun sebenarnya merupakan westernisasi.

Hal ini menimbulkan kecemasan dalam konteks bagaimana jika sepuluh atau dua puluh tahun kedepan budaya khas nasional yang terkenal dengan label tradisional akan tergusur oleh kearifan yang bersifat lebih praktis dari luar.

Dari permasalahan diatas kemudian muncul pertanyaan. Akankah batik masih tetap eksis dengan kekuatan predikat warisan benda tak benda dunia? Atau dalam rentang waktu satu abad kedepan kultur ini telah luntur? Yang jelas, batik akan dan tetap harus menjadi milik Indonesia sebagai kebanggaan.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Heritage

Gua Pawon, Rumah Orang Jawa Barat di Masa Purba

Published

on

By

Gua Pawon
Gua Pawon

Bandung merupakan salah satu wilayah Indonesia yang potensi wisatanya sangat besar dan beragam. Salah satu objek wisata yang layak kamu sambangi di Bandung adalah Gua Pawon. Gua Pawon berlokasi di Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Padalarang, atau sekitar 25 km arah barat Kota Bandung.

Menurut sejarah, kawasan Bandung, termasuk Gua Pawon dulunya merupakan danau purba yang sangat luas. Berdasarkan hasil penelitian ahli geologi, jutaan tahun lalu Bandung merupakan lautan yang mengalami proses pergerakan tektonik lempeng bumi dan memunculkan gunung-gunung purba.

Kemunculan gunung-gunung purba ini menciptakan cekungan besar yang akhirnya menghasilkan danau raksasa. Danau tersebut kemudian dinamakan Danau Sunda Purba, yang digadang-gadang menjadi awal mula peradaban leluhur orang Sunda di Bandung.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Jejak kehidupan manusia prasejarah di Gua Pawon itu didapat berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Tim Arkeologi Jawa Barat. Penelitian atau proses ekskavasi dimulai sejak 2003.

Dari proses ekskavasi, Tim Arkeolog Jawa Barat sudah menemukan tujuh rangka manusia prasejarah dari lima kronologi (pertanggalan karob) yang meguatkan kesimpulan bahwa manusia pawon hidup pada era Pleistosen Akhir-Awal Holosen.

Rangka pertama ditemukan September 2013 yang berumur 5.600 tahun lalu. Begitupun usia rangka kedua dan kelima pun sama. Rangka ketiga diperkirakan berusia 7.300 tahun lalu, rangka keempat berusia 9.500 tahun yang lalu, rangka keenam berusia 10.000 tahun lalu dan rangka ketujuh berusia 12.000 tahun lalu.

Gua pawon memiliki panjang 38 meter dan lebar 16 meter, tetapi atap dari tempat ini tidak diketahui pasti karena telah runtuh ketika ditemukan. Penanaman Gua Pawon diketahui berasal dari warga sekitar.

Gua Pawon

“Pemberian nama tersebut didasarkan karena bentuk atap gua yang sudah berlubang mirip seperti pawon dalam bahasa sunda, pawon berarti cerebong asap yang ada di dapur,” ungkap Geizka Medina Rozal dalam tulisannya berjudul Jejak Penemuan Manusia Purba di Gua Pawon Padalarang Kabupaten Bandung Barat Jawa Barat.

Penemuan tujuh rangka ini dianggap cukup penting untuk mengisi potong mata rantai jejak manusia prasejarah yang hilang. Diketahui pada 8 Juli 1999, ditemukan potongan gigi seri manusia prasejarah berusia 600 ribu tahun yang lalu di Tambaksari, Ciamis.

Sementara itu di Subang Larang, Tim Eskavasi Gua Pawon juga berhasil menemukan fosil kerangka manusia yang lebih muda, diperkirakan berusia 45 tahun sebelum Masehi. Dengan penemuan di Tambaksari dan Pawon, tim ini memercayai masih ada jejak manusia prasejarah yang terkubur di Jabar.

Gua Pawon
Gua Pawon

“Kita ingin mendapatkan periode yang lebih tua lagi karena dari proses migrasi untuk umur-umur hunian prasejarah seperti Pawon ini, Jawa Barat punya lapisan antara 30 hingga 35 ribu tahun yang lalu, makanya kita gali lagi,” ujar Ketua Tim Eskavasi Gua Pawon, Lutfi Yondri.

Pada proses ekskavasi lanjutan, tim belum berhasil menemukan individu manusia prasejarah. Tetapi mereka berhasil menemukan beragam artefak yang terbuat dari bahan batuan obsidian, andesit, dan rijang yang diperoleh Manusia Pawon dari tempat lain.

“Batu gamping di antaranya digunakan sebagai perkutor (alat batu pukul), juga ada yang digunakan dalam bentuk alat serpih. Perkutor digunakan untuk memecah tulang yang kemudian mereka gunakan sebagai artefak seperti lancipan,” papar Lutfi.

Jabar diketahui memiliki banyak monumen prasejarah, khusus di wilayah selatan. Misalnya terdapat situs arkeologi berupa puden berundak di Gunung Padang, Cianjur yang berjarak tidak lebih 50 kilometer dari Gua Pawon.

Continue Reading

Latest News

CityView7 bulan ago

Demi Bangun IKN Nusantara, Kementerian PUPR Kirim 25 Orang ke Korsel Belajar Smart City

Kementerian PUPR mengirim 25 orang untuk belajar smart city concept untuk diterapkan di IKN Nusantara ke Korea Selatan. Negara ini...

Kesehatan-Kecantikan7 bulan ago

Asam Jawa, Tanaman Pengundang Makhluk Halus yang Jadi Obat Tradisional Indonesia

Meskipun disebut dengan nama asam Jawa, pohon asam Jawa (Tamarindus indica) aslinya berasal dari benua Afrika. Orang-orang India mengembangkannya karena...

Hangout7 bulan ago

Sudah Ada Sejak Puluhan Tahun, Inilah 6 Tempat Makan Legendaris di Cikini

Cikini terletak di pusat kota Jakarta. Selain menjadi wilayah yang memiliki banyak sejarah, Cikini juga memiliki banyak tempat kuliner. Bahkan...

Properti7 bulan ago

Jadi Buruan Masyarakat Indonesia Selama Pandemi Covid-19, Ini Pengertian Hunian Private Cluster

Berbagai konsep hunian terus dihadirkan khususnya untuk mengantisipasi situasi pandemi. Perumahan mini real estat dengan jumlah unit terbatas lebih mudah...

Traveling7 bulan ago

Ramah untuk Wisatawan Muslim, Ini 4 Alasan Orang Indonesia Wajib Liburan ke Turki

Tempat wisata ramah muslim memiliki peluang menggiurkan saat ini. Sebab itulah beberapa negara sangat gencar menawarkan wisata jenis ini. Turki...

Pojok7 bulan ago

Tradisi Aji Ugi, Pergumulan Islam & Budaya yang Jadi Kebanggan Orang Bugis

Haji adalah salah satu rukun Islam yang kelima. Umat Islam juga meyakini bahwa haji adalah ibadah yang pahalanya berlipat ganda....

Infrastruktur7 bulan ago

Begini Rumitnya Konstruksi Tol Semarang-Demak, yang Sekaligus Tanggul Laut

Jalan tol Semarang-Demak dibangun dengan konstruksi khusus beberapa lapis di atas laut untuk juga menjadi tanggul laut sebagai antisipasi banjir...

Histori7 bulan ago

Asal-muasal Nama Depok, Tempat Pertapaan Prabu Siliwangi yang Kini Jadi Penyangga Ibu Kota

Selain merupakan Pusat Pemerintahan yang berbatasan langsung dengan Wilayah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Kota Depok juga merupakan wilayah penyangga...

Traveling7 bulan ago

Pulau Asu, The Paradise on Earth Asli Indonesia

Pulau Asu adalah pulau terpencil dalam Kepulauan Hinako dan merupakan salah satu pulau terluar Indonesia. Pulau Asu berada di wilayah...

Internasional7 bulan ago

Rusia Dinilai Sudah Menang Lawan Ukraina, Ini Buktinya

Pengamat militer dari lembaga think tank RUSI (Royal United Services Institute) di London, Inggris, Neil Melvin, menilai bahwa Rusia sudah...

Internasional7 bulan ago

Pemerintah Rusia Konfirmasi Zelensky Titip Pesan Khusus ke Putin Lewat Jokowi

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ternyata menitipkan pesan khusus kepada Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), untuk disampaikan ke Presiden...

Properti7 bulan ago

Inilah Standar Rumah Sehat Sesuai SNI

Pandemi Covid-19 yang kita jalani sejak awal tahun 2020 telah mengubah lifestyle hingga konsep rumah. Penerapan rumah yang sehat mutlak...

Nasional7 bulan ago

Beli Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi PeduliLindungi Diperpanjang Hingga 3 Bulan

Pemerintah berupaya untuk menemukan keseimbangan terkait pengendalian minyak goreng dari sisi hulu hingga hilir. Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang...

COVID-19Update7 bulan ago

Korea Utara Sebut Benda Alien di Perbatasan Korsel Sebagai Penyebab Pandemi Covid-19

Korea Utara mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait pandemi Covid-19. Mereka menyatakan wabah Covid-19 di negara mereka dimulai dari pasien yang menyentuh...

Internasional7 bulan ago

Serangan Dilakukan Acak, Wanita di AS Ditembak di Kepala saat Dorong Bayi

Sampai kini masih terus terjadi kasus penembakan maut di Amerika Serikat (AS). Bahkan, baru-baru ini kasus tersebut kembali terjadi hingga...

Nasional7 bulan ago

Ibu Iriana, Ibu Negara Pertama yang Kunjungi Ukraina

Untuk melihat situasi dan memberi dukuan terhadap Ukraina atas perang yang terjadi, beberapa pemimpin negera pun mengunjungi Kyiv. Bahkan, terbaru...

Lifestyle7 bulan ago

Anak Kecanduan Gadget? Simak 6 Tips Menghentikannya

Saat ini, anak-anak sudah menjadi lebih terbiasa bermain dengan gadget daripada bermain di luar. Mereka kecanduan game mobile, televisi, dan...

CityView7 bulan ago

Perkenalkan Bubakan, Kampung Elite Para Tukang Bakso di Wonogiri

Diketahui, karena pidato dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Rapat Kerja Nasional PDIP Perjuangan pada Selasa (21/6/2022) menyebut kata...

Hangout7 bulan ago

Museum PETA, Simbol Penghargaan untuk Pejuang Tanah Air

Museum PETA yang berada di Bogor merupakan destinasi wisata sejarah yang dapat kalian kunjungi untuk mengenang jasa para pahlawan Indonesia....

Bisnis7 bulan ago

Mantan Bos Bukalapak Ungkap Penyebab Ramai Perusahaan StartUp Tumbang

Perusahaan startup secara bersamaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya beberapa waktu lalu. Hal itu disebabkan kondisi ekonomi yang...

Teknologi7 bulan ago

Mulai 1 Juli 2022, Beli Pertalite Wajib Daftar di Aplikasi Pertamina

Mulai 1 Juli 2022, aplikasi My Pertamina bakal menjadi syarat bagi pembeli untuk mereka dapat membeli bahan bakar minyak (BBM)...

Sosial-Budaya7 bulan ago

Melacak Jejak Sirih dan Pinang, Budaya Nginang Masyarakat Indonesia

Tradisi nyirih kini hanya tersisa dalam sebuah masyarakat tradisional, yang notabene sedikit terpapar oleh proyek modernitas atau proses pembaratan secara...

CityView7 bulan ago

Fenomena Klitih dan Munculnya Maskulinitas Semu

Fenomena Klitih mengalami pergeseran makna dari sesuatu yang positif menjadi sesuatu yang negatif. Jika dulu klitih dimaknai sebagai cara untuk menghilangkan rasa...

Internasional7 bulan ago

Sebar Hoaks Tentang Operasi Militer Spesial ke Ukraina, Rusia Denda Google Rp18 Miliar

Google dikabarkan telah didenda senilai 68 juta rubel atau sekitar Rp 18 miliar oleh pengawas telekomunikasi Rusia, Roskomnadzor. Di mana...

Internasional7 bulan ago

Tiba di Jerman, Jokowi & Iriana Dapat Sambutan Meriah

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana beserta rombongan tiba di Munich International Airport, Munich, Jerman,...

Trending